Rumah Sakit PT KMN Parindu Di Akreditasi

Rabu, 07 Desember 2016

Sanggau (Sorot Post) -Dalam rangka membantu rumah sakit mempersiapkan dokumen dan persamaan persepsi dalam pembuatan dokumen yang terkait dengan pelaksanaan akreditasi rumah sakit program khusus  maka Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) bekerjasama dengan PT Kalimantan Medika Nusantara (PT KMN) Parindu belum lama ini menyelenggarakan Workshop Dokumen Akreditasi Rumah Sakit Program Khusus.

Turut hadi dalam kegiatan tersebut,Kepala bagian ESDM dari kantor Direksi PTPN XIII,Anetus Benor,General Manager Distrik Kalimantan Barat Dua,Sutek,P,Mulih,tim Surveyor Oktava Dinaria Girsang,M.Kep,Dr,dr,Tubagus DE Abeng,M,Kes,Dirut Rumah Sakit Parindu Dr.Hendra Hadiyanta dan segenaf jajaran dokter hingga perawat rumah sakit PT KMN.

Tujuan dan Manfaat Akreditasi Rumah Sakit diantaranya,Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Rumah Sakit yang bersangkutan karena berorientasi pada peningkatan mutu dan keselamatan pasien.Proses administrasi, biaya serta penggunaan sumber daya akan menjadi lebih efisien.Menciptakan lingkungan internal RS yang lebih kondusif untuk penyembuhan, pengobatan dan perawatan pasien.Mendengarkan pasien dan keluarga.menghormati hak-hak pasien serta melibatkan merek adalah proses perawatan.Memberikan jaminan, kepuasan serta perlindungan kepada masyarakat atas pemberian pelayanan kesehatan.

KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) merupakan lembaga resmi yang ditunjuk dan berwenang untuk melakukan survei verivikasi dan survei akreditasi, untuk selanjutnya memutuskan predikat Akreditasi yang tepat untuk suatu Rumah Sakit. Sebagai lembaga independen pelaksana akreditasi rumah sakit yang bersifat fungsional dan nonstruktural, KARS bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan RI.

Menurut Oktava Dinaria Girsang,M.Kep,Adapun Tujuan Akreditasi rumah sakit berfungsi untuk melakukan percepatan penyelesaian dokumen-dokumen akreditasi rumah sakit.Dalam pembentukan tim pokja akreditasi rumah sakit harus mempertimbangkan isi dari standar,disamping itu dalam mempertimbangkan tim pokja akreditasi rumah sakit setidaknya mempertimbangkan attitude dan skill yang dimiliki.Hal ini bertujuan agar terjadinya percepatan pemahaman akan standar. Sebagai contoh, untuk menunjang keberhasilan standar Hak Pasien dan Keluarga (HPK) tentunya melibatkan tim dari customer service atau front office, dokter, perawat maupun securitnya. 


“Pengertian Akreditasi Rumah Sakit adalah suatu proses dimana suatu lembaga independen baik dari dalam atau pun luar negeri, biasanya non pemerintah, melakukan assesment terhadap rumah sakit berdasarkan standar akreditasi yang berlaku. Rumah sakit yang telah terakreditasi akan mendapatkan pengakuan dari Pemerintah karena telah memenuhi standar pelayanan dan managemen yang ditetapkan, Sebagai lembaga independen pelaksana akreditasi rumah sakit yang bersifat fungsional dan nonstruktural, KARS bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan RI.”Jelasnya.

Tim penilai (surveyor) akan berada di Rumah Sakit Parindu  mempresentasikan program peningkatan mutu dan keselamatan pasien RS Dilanjutkan telaah dokumen, telaah rekam medik tertutup dan telaah rekam medik terbuka serta survey lapangan,Penilaian lapangan ditekankan pada telusur pasien untuk di wawancarai/ observasi langsung atas pelayanan kesehatan yang telah/sedang/akan diterima pasien.Dalam waktu yang bersamaan, kelengkapan dokumen akreditasi juga di observasi dan ditanyakan pada jajaran staf dan pimpinan RS.Temuan atas ketidaklengkapan dokumen/ kekurangan mutu pelayanan harus diperbaiki saat itu setelah mendapat rekomendasi surveyor.Telusur lingkungan terhadap fasilitas Rumah Sakit Telusur KPSPresentasi FMEA, Pedoman Praktik Klinis/Clinical Pathways, Risk Manajemen Dan IKP (Insiden Keselamatan Pasien).(Sumianto)

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS