Kades Sidomulyo Dihukum Adat Lantaran Memasuki Rumah Anak Tirinya

Senin, 19 Desember 2016

Melawi (Sorot Post) -Sugimiarto Kepala Desa Sidomulyo Kecamatan Nanga Pinoh kabupaten Melawi Kalbar, kena hukum adat oleh DAD Kabupaten Melawi lantaran gara- gara memasuki rumah anak tirinya yang tampa sepengetahuan dari anak tirinya. 
Berdasarkan keterangan Charles jovi prasitya sebagai anak tirinya, pada www.sorotpost.com pada tanggal 16 desember 2016, diceritakannya bahwa,  ayah tirinya yang bernama Sugimiarto selaku kades telah melakukan perselingkuhan dengan perempuan lain. 
" kronologis kejadian mengapa saya dan kakek orang tua mama kandung saya menuntut hukuman adat terhadap Sugimiarto sebagai Kades yang juga merupakan orang tua tiri saya, karena dia selingkuh dengan perempuan lain lagi.
"Pada Tanggal 26 November 2016 Sekitar jam 8 malam saya bersama kakek dan nenek serta paman saya bermaksud menemui bapak tiri saya dirumah kediaman abangnya Diman, karena kami sekeluarga ingin mempertanyakan serta menyampaikan permasalahan yang terjadi antara   bapak tirinya dengan ibu kandung saya,   agar semua jelas dan keluarga  bapak tiri saya bisa mengetahuinya, Namun pada saat menyampaikan maksud dan tujuan kami  dihadapan mereka karena bapak tirinya telah melakukan perselingkuhan dengan perempuan lain,  eh malah bapak tirinya datang dan langsung marah marah serta mengeluarkan kata kata ancaman hendak mau membunuh saya," ujar Jovi. 

Persoalan Charles Jovi Prasetya dengan  bapak tirinya akhirnya dilaporkan ke Dewan Adat Dayak (DAD)  Kabupaten Melawi. Ketua DAD  Sudarmono S. Th, M. Pd. K dan didampingi oleh Timenggung Vicarius Abang, Timenggung Damianus Enus, Timenggung Budiman dan  didampingi pungawa Jamaludin dari  Majelis Adat Budaya Melayu ( MABM ) yang menyimpulkan dan memutuskan bahwa dewan adat meminta agar dapat menempuh jalur berdamai secara kekeluargaan antara kedua belah pihak yang  bermasalah,  karena wadah ini adalah tempat orang damai bukan tempat cari permasalahan atau pembelajaran tentang adat istiadat.
"untuk menyatukan persepsi.  Pasal 20 adat ara arau dan pasal 28 ancaman kata.  
Tentang penyelesaian perkara adat,  karena memperhatikan Hukum Adat Dayak Kabupaten Melawi yang di terbitkan oleh Bagian Hukum dan HAM seketariat daerah Kabupaten Melawi.
Sesuai dengan pasal 27 tentang ( Arak Arau / Adat Basa Bun Beguna ) di hukum adat 56 Real
16 real x 100 ribu  = 1.600.000 ( Satu Juta Enam Ratus Ribu Rupiah ) di bayar kepada pengurus DAD dan karena merupakan pejabat atau kepala desa dihukum adat  20 real x 2 (dua ) = 40 real  x 100 ribu = 4.000.000 ( Empat Juta Rupiah ) yang harus di bayar kepada si penuntut,"ujar Sudarmono Ketua DAD yang disaksilan  oleh Timanggong dan Majelis Adat Budaya Melayu.(hadi/ferdinan/leo)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS