Dua Hari Tanpa Kabar, Warga Jangkang Ditemukan Tewas Membusuk Di Hutan

Kamis, 17 November 2016

Sanggau (Sorot Post) - Warga Dusun Jangkang Benua, Kecamatan Jangkang digegerkan dengan penemuan mayat Gregorius Olen di hutan dusun Jangkang Benua, Desa Jangkang benua, Rabu (16/11/2016). 

Kondisi mayat saat ditemukan sudah dalam keadaan membengkak dan membusuk bahkan dibeberapa bagian tubuh sudah terdapat belatung.
 
Kapolres Sanggau AKBP Donny Charles Go melalui Paur Humas Polres Sanggau, Aiptu Sukadar membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.

“Kondisi mayat pada saat ditemukan sudah membengkak. Dan pada bagian mata, hidung, mulut, telinga, alat kelamin serta telapak kaki terdapat ulat (belatung),” ujarnya, Kamis (17/11/2016).

Seperti yang dilansir dari tribun pontianak, Kapolres Sanggau AKBP Donny Charles Go menuturkan kronologis penemuan mayat di hutan Dusun Jangkang Benua, Desa Jangkang Benua, 

Mayat tersebut, jelas Kapolres ditemukan oleh anaknya sendiri bernama Tiko Permadi. “Saudara Tiko ini berangkat dari rumah sengaja untuk mencari Gregorius Olen (ayahnya). Karena sudah dua hari tidak pernah datang berkunjung ke rumahnya di Desa Jangkang Benua," ujarnya, Kamis (17/11/2016).

Kemudian, lanjut Kapolres, sekira pukul 07.00 WIB, Tiko Permadi merasa penasaran dan mencoba mendatangi rumah ayahnya yang berada di Kerobong, Dusun Jangkang Benua. "Karena dia tidak berada dirumah kemudian TP mencari ke sawah atau ladang, ” lanjutnya.(SUM)

"Seperjalanan ke arah sawah atau ladang, Tiko menemukan ayahnya Gregorius Olen dengan posisi terlentang dan kedua tangan terangkat di sisi kepala," jelas Kapolres, Kamis (17/11/2016).

Melihat kondisi itu, lanjut Kapolres, Tiko kemudian pulang memberitahukan kejadian tersebut ke pamannya, Gonsaga. "Setelah itu keduanya kembali ke hutan dan melihat Gregorius telah meninggal dunia dan menimbulkan aroma yang menyengat (busuk),” ujarnya.

“Setelah itu keduanya membersihkan tubuh korban dan mengikat kedua tangan kearah dada dengan menggunakan akar kayu kemudian di tutup menggunakan karpet di alas dengan terpal, setelah itu di bawa kembali kerumah di dusun Jangkang Benua,” imbuhnya.

Selanjutnya, Unit Resintel telah melakukan olah TKP dan berkoordinasi dan membuat verifikasi ke Puskesmas Balai Sebut serta meminta keterangan terhadap saksi-saksi.




Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS