Terlibat Kasus Penggelapan Motor Oknum Pegawai Pemkab Kubu Raya Di Tangkap Polisi

Selasa, 25 Oktober 2016

Kubu Raya (Sorot Post) - Atas dugaan kasus penggelapan kendaraan roda dua atau motor, Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), ditangkap polisi.

Kepala BKD Kubu Raya, Kusyadi mengatakan, awalnya yang bersangkutan sudah pernah melanggar disiplin kepegawaian dan dijatuhi sejumlah sanksi, namun tak jera.

"Kami melakukan ini karena semua SKPD tidak mampu lagi mengurusnya makanya ditarik ke BKD sebagai staf. Di BKD, selama 16 hari tak masuk kerja, bahkan kami sudah mencari ke rumahnya. Katanya ke luar kota pergi ke Putussibau," ungkap Kusyadi, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/10/2016).

Seperti yang diberitakan tribun pontianak ( 25/10), Kusyadi mengatakan, bahwa beberapa waktu lalu ada seorang ibu-ibu melaporkan seorang ASN bernama Yanto.

"Setelah dilihat dari foto yang ditunjukkan Kamis pekan kemarin, ternyata itu yang bersangkutan, bukan Yanto," katanya.

Kedatangan ibu tersebut menceritakan persoalan antara dirinya dengan oknum ASN. Kronologinya sangat sederhana yakni dari menggadaikan motor, oleh suaminya digadaikan lagi ke orang lain. Ternyata motor itu terindikasi sebagai motor yang dilaporkan hilang.

Suami ibu bersama penerima gadaian ditangkap polisi. "Karena sumber motor ini dari oknum tersebut, maka dia jadi sasaran juga. Makanya saat kemarin masuk langsung kami amankan. Lalu dari Poltabes datang mengambilnya," katanya.

"Kami menunggu, kalau sudah ada surat penahannya maka kami berhentikan sementara, sampai menunggu putusan dari pengadilan. Kalau ancamannya diatas dua tahun dapat diberhentikan," kata Kusyadi.

Kepala BKD Kubu Raya, Kusyadi mengatakan, awalnya yang bersangkutan sudah pernah melanggar disiplin kepegawaian. BKD pun menurunkan eselon oknum tersebut dari eselon 3A ke 3B.

Setelah mendapat sanksi penurunan jabatan, ternyata yang bersangkutan belum berubah. Kembali sanksi penurunan jabatan dilakukan menjadi staf di BKD non-job.

"Kami melakukan ini karena semua SKPD tidak mampu lagi mengurusnya makanya ditarik ke BKD sebagai staf. Di BKD, selama 16 hari tak masuk kerja, bahkan kami sudah mencari ke rumahnya. Katanya ke luar kota pergi ke Putussibau," ungkap Kusyadi, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/10/2016).(Su/Tribun Pontianak)

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS