Polres Landak Himbau Masyarakat Serahkan Senjata Api Rakitan.

Rabu, 26 Oktober 2016

Landak (Sorot Post) - Sebanyak 69 Senjata Api rakitan telah diserahkan kepada pihak polres Landak. Polres Landak terus menghimbau kepada masyarakat untuk menyerahkan senjata api rakita secara sukarela kepada pihak pilres landak.
 
Kapolres Landak AKBP Wawan Kristyanto mengimbau warga di wilayahnya secara sukarela menyerahkan senjata api (senpi) rakitan. 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Landak, karena dalam beberapa pekan terakhir telah secara sukarela menyerahkan senpi rakitan yang selama ini mereka miliki, karena senpi rakitan sangat membahayakan dan dilarang oleh undang-undang,” katanya saat dihubungi di Landak, Rabu (26/10).

Wawan menjelaskan, pihaknya memang tidak bosan-bosan mengeluarkan imbauan agar masyarakat secara sukarela menyerahkan senpi rakitan yang mereka miliki, baik yang disampaikan oleh para bhabinkamtibmas yang ada di desa-desa dan dalam setiap pertemuan lainnya.

“Saat ini kami telah mengumpulkan sebanyak 69 senpi rakitan yang masih aktif yang diserahkan warga melalui polsek-polsek dan jajarannya,” ungkapnya.

Wawan menambahkan, pihaknya akan musnahkan senpi rakitan itu, Desember mendatang, dan mudah-mudahan masih ada masyarakat yang mau menyerahkan senpi rakitannya.

Ia juga mengharapkan para tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh adat dapat mendukung, yaitu dengan cara mengingatkan para warganya akan bahaya dan ancaman hukuman bagi mereka yang masih menyimpan senpi rakitan tersebut.


“Jika ada warga yang sengaja atapun tidak sengaja menggunakan atau memiliki senjata api tanpa izin, baik rakitan maupun otomatis, akan dikenakan UU Darurat No. 12 /1951, dengan ancaman hukuman penjara minimal 20 tahun serta maksimal pidana hukuman mati,” kata Wawan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Suhadi SW menjelaskan bahwa kepemilikan senjata api rakitan oleh masyarakat di Kalbar memiliki latar belakang sejarah perjuangan, dimana tahun 1965 ketika terjadi konfrontasi dengan Malaysia, Pasukan Gerakan Rakyat Sarawak (PGRS) Paraku, masyarakat dipersenjatai untuk melawan musuh dari luar.

Setelah konfrontasi selesai ternyata senjata tersebut masih disimpan oleh masyarakat. Upaya dari pemerintah sudah dilakukan melalui operasi Sapu Jagad, namun hasilnya tidak maksimal, dan melalui operasi Kamtibmas, dengan imbauan-imbaun yang dilakukan oleh para Bhabin Kamtibmas melalui kegiatan door to door system (DDS) atau kunjungan dari rumah kerumah, dan dibantu oleh para tokoh masyarakat adat, sehingga masyarakat telah menyerahkan senjatanya secara sukarela kepada pihak kepolisian dan TNI.

“Sudah ada ribuan pucuk senjata api yang diserahkan oleh masyarakat. Penyerahan senjata api penting dilakukan oleh masyarakat, karena tidak sedikit masyarakat yang menjadi korban salah tembak atau kecelakaan senjata api meledak sendiri sehingga menimbulkan korban jiwa,” kata Suhadi.(Red/Y)

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS