Kepala Desa Dibunuh Di Depan Istrinya


Kabupaten Bima – Hingga tadi malam, Selasa (25/10) Pukul 21.00 WITA, konsentrasi warga dua desa yaitu Desa Rato dan Desa Wane, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima masih terjadi. Polisi dibawah komando Kabag Ops Polres Bima kemudian meminta warga agar tidak berkerumun yang nantinya akan memancing suasana yang tidak kondusif.

Warga dua desa pun membubarkan diri. Sementara warga Desa Rato, memenuhi rumah duka untuk berkabung.

Kabag Ops Polres Bima, AKP Muslih, menceritakan kronologis kejadiannya pada sejumlah wartawan saat dimintai keterangannya tentang peristiwa pembunuhan Kepala Desa Rato.
Kades Rato Parado yang menjadi korban pembunuhanBerdasarkan laporan saksi (istri korban), Selasa sore itu saksi dan korban baru pulang dari Tente untuk mengirim uang di bank buat anak mereka yang kuliah di luar daerah.
“Saksi dan korban ini sedari siang sudah meninggalkan desa mereka menuju Tente, untuk kirim uang anak mereka di Bank” , tutur Muslih.
Sekitar pukul 16.15  WITA, saksi dan korban bertolak kembali ke Parado karena urusan mereka di bank sudah selesai.
Menempuh perjalanan sekitar setengah jam, sebelum memasuki perkampungan Desa Wane, mobil yang dikendarai saksi dan korban dihadang  sekelompok orang yang diduga berasal dari Desa Wane.
Ternyata, para penghadangnya itu sedang mabuk dan menghadang mobil korban guna dimintai uang.
“Disitu ada belasan pemuda yang sedang mabuk, mobil korban dihadang dan dimintai uang, tapi ada beberapa orang yang sambil pukul body mobil korban, sehingga korban pun turun dan menanyakan hal itu” , jelas Muslih.
Rupanya, turunnya korban dari mobil itu tidak diterima baik oleh salah seorang pemuda yang ada di tempat itu. Dengan sebilah parang ditangan, korbanpun dibacok hingga  dada sebelah kiri korban menderita luka robek sepanjang kurang lebih 40 cm.
Istri korban yang saat itu ada di dalam mobil langsung berteriak histeris menyaksikan suaminya tiba-tiba dibacok seperi itu. Terlebih lagi begitu ia melihat suaminya langsung tersungkur ke tanah dan tak berdaya lagi.
“Setelah melakukan pembacokan, kelompok pemuda yang ada langsung membubarkan diri, mereka meninggalkan TKP dengan korban yang sudah tak berdaya dan saksi yang terus berteriak histeris dan shock“, lanjut Muslih.
Beruntung ada pengendara lain yang melintas dan melihat saksi yang sedang menangis kebingungan di jalan sepi yang jauh dari perkampungan.
Korban dengan segera dilarikan ke Puskesmas terdekat. Tapi rupanya nyawa korban sudah tak tertolong lagi. Korban diperkirakan meninggal di TKP atau di dalam perjalanan menuju Puskesmas Parado.
“Kami berharap pada masyarakat agar menyerahkan permasalahan ini pada aparat kepolisian untuk menyelesaikannya”, terang Muslih.
Rencananya, Rabu (26/10) pagi, jasad kepala Desa Rato akan dimakamkan di Pemakaman Umum Desa Rato.
Polisi terus menambah jumlah personil guna mengantisipasi perkembangan situasi pasca pemakaman. (http://kabarkita.info)

Postingan populer dari blog ini

Densus 88 Geledah Rumah Warga Desa Raja Ngabang

Terminal Ngabang Di Kagetkan Wanita Cantik Pinsan Dikursi Tunggu

Pentingnya Akta Nikah Bagi Pasangan Suami Istri Non Muslim