Kata Bimas Kristen Kemenag Landak Mengenai Pembangunan Gereja GKTI Antan

Jumat, 14 Oktober 2016

Landak (Sorot Post) - Pembinaan  terus dilakukan terhadap umat kristen yang ada dikabupaten landak yang dilakukan oleh Bimas Kristen Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Landak.  Kasi Bimas Kristen Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Landak, Haryanto Uar mengatakan, pihaknya terus melakukan pembinaan terhadap umat Kristen yang ada di Landak.

Salah satu bentuk pembinaan yang dilakukan adalah dengan memberikan dukungan terhadap pembangunan Gereja yang ada di Landak. Yakni pembangunan Gereja Kristen Tuhan Indonesia (GKTI) Reformasi di Desa Antan Rayan Kecamatan Ngabang.

"Kemarin pada tanggal 8 Oktober kita sudah laksanakan peletakan batu pertama pembangunan GKTI oleh Ketua Umum Majelis Sinode GKTI Kalbar, Pdt Barnabas Simin," ujarnya kepada wartawan pada Jumat (14/10).

Disampaikannya lagi, peletakan batu pertama itu juga dihadiri oleh Kasi Bimas Katolik Kantor Kemenag Landak, Pajar Gari. "Intinya kita terus memberikan dukungan terhadap pembangunan Gereja Kristen yang ada di Landak," katanya.


Untuk saat ini di Landak sudah memiliki 47 Sinode, dengan jumlah Gereja 896 unit, dan jumlah umat Kristen sebanyak 176.012 jiwa. Meskipun sudah banyak dibangun Gereja, namun kesadaran umat untuk beribadah di Gereja masih cenderung kurang.

"Ini menjadi tantangan kita ke depan. Makanya GKTI Reformasi Antan yang dibangun ini akan memberikan formulasi baru dalam pembinaan umat Kristen. Kita akan memunculkan minat umat Kristen untuk beribadah," harapnya.

Sehingga untuk memunculkan niat beribadah tersebut, salah satunya dengan memberikan materi khotbah yang membangun, sehat dan tidak menyinggung antar umat beragama dan intern umat beragama," jelas Haryanto.
Dirinya yang juga pelaksana dan penanggungjawab terhadap kelangsungan dan pembinaan umat di GKTI Reformasi Antan ini berharap, Pemkab Landak dapat memberikan dukungan terhadap pembangunan GKTI Antan tersebut.
"Karena selain kita membangun Gereja, kita juga akan membangun aula, gedung PAUD dan tempat pertemuan lainnya. Nantinya lokasi seluas 9x20 meter persegi itu akan kita beri nama Komplek Reformasi," ungkapnya.
Sedangkan dana yang digunakan untuk membangun Gereja itu berkisar antara Rp 500 juta sampai Rp 800 juta. "Saat ini juga kita sudah mulai membangun dengan dana swadaya yang ada," pungkasnya (Red/Y)

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS