Kantor Bea Cukai Jagoi Babang Di Rusak Masa

Senin, 17 Oktober 2016

Bengkayang (Sorot Post) - Sebanyak kurang lebih 50 orang masa melakukan pengrusakan pada Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Type Pratama Jagoi Babang, Bengkayang, pada Sabtu (15/10/2016) pukul 23.00 WIB.

Massa menghancurkan lampu neon box, CCTV, dan pintu pagar besi. Selain itu, Masa juga turut membakar Pos Pemeriksaan Bea Cukai yang berada tepat depan Kantor Bea Cukai Jagoi Babang. Petugas Bea Cukai yang berjaga pada lokasi pun menyelamatkan diri masuk hutan.

Menurut Informasi yang dihimpun , masa melakukan aksi pengrusakan karena ketidakpuasan sejumlah masyarakat terkait penahanan barang masuk yang dilakukan di wilayah Ledo, Bengkayang, oleh Petugas Bea Cukai Jagoi Babang.

Massa  tersebut datang ke Kantor Bea Cukai Jagoi Babang untuk melayangkan protes. Namun masa tidak menemukan  petugas Bea Cukai. Massa pun berang dan merusak sejumlah fasilitas kantor. Mendengar ada aksi massa, petugas keamanan dari TNI dan Polri dari Polsek Jagoi Babang yang dipimpin langsung Kapolsek Jagoi Babang, Kompol Martin, pun datang ke lokasi.

Sekitar pukul 23.40, aksi massa bisa diredam dan mereka akhirnya membubarkan diri. Namun, aparat keamanan dari Polri dan di-backup TNI AD dari Satgas Pamtas Yonif 144 Jaya Yudha, tetap melakukan penjagaan. Sejumlah petugas Bea Cukai yang sebelumnya menyelamatkan diri masuk hutan, keluar dari persembunyian, Minggu (16/10/2016) pukul 02.30 WIB.

Seluruh petugas Bea dan Cukai Jagoi Babang dievakuasi meninggalkan Kantor Bea dan Cukai Jagoi Babang menuju Kantor Bea dan Cukai Pontianak. Mereka dievakuasi dengan pengawalan ketat dari Danki Pos Lintas Batas Yonif 144 Jaya Yudha. Kabid Humas Polda Kalbar.  

Menanggapi Penyerangan  dan pengrusakan Kantor Bea Cukai Jagoi Babang, Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya menyayangkan aksi anarkis ini.

"Kita minta masyarakat jangan anarkis. Kalau mau menyampaikan kritikan dan sebagainya, tolong sampaikan dengan cara yang baik dan kepala dingin. Tidak perlu cara anarkis karena merusak fasilitas negara," pinta Wagub.

Tak hanya kepada warga, imbauan juga disampaikan kepada petugas Bea Cukai. Sebab menurut Wagub, pasti ada yang melatarbelakangi aksi anarkis massa ini.


"Jadi kita juga tidak bisa nyalahkan aksi kemarahan dari masyarakat, kalau petugas Bea Cukai sendiri tidak adil dalam menegakkan hukumnya," tegas Christiandy.

Ia mengimbau, kepada seluruh masyarakat perbatasan di Jagoi Babang untuk tidak terprovokasi dengan isu-isu yang tidak benar. Kalau memang menemukan ada pungli, ketidak adilan, dan sebagainya di Bea Cukai, langsung lapor ke pihak berwajib.

"Kita harap semuanya tenang dan bisa menenangkan diri. Biarkan proses hukum berjalan dengan baik. Tidak perlu lagi cara anarkis untuk merusak fasilitas negara di perbatasan," ajak Christiandy. (JU)

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS