Hakim Mendengarkan Keterangan 5 Terdakwa Atas Kasus Pencurian Sawit di PT. MAK

Rabu, 26 Oktober 2016


Landak - 5 orang terdakwa kasus pencurian sawit di perusahaan PT. MAK wilayah kecamatan Mandor Kabupaten Landak yang dicuri secara massal disidangkan pada hari Selasa, 26 Oktober 2016 digedung pengadilan Ngabang Kabupaten Landak dimulai pukul 13:00 wib.
Kelima terdakwa yang didampingi oleh  2 orang penasehat hukum yakni Dwi Joko Prihanto, SH.MH dan Henok.L, SH dalam persidangan Hakim Ketua, Hakim anggota dan Penuntut Umum (Kejaksaan) meminta keterangan kelima terdakwa yakni bagaimana koornologis pencurian buah kelapa sawit di perusahaan PT. MAK pada tahun 2016.
Para terdakwa disidangkan dengan
Sidang lanjutan yang ketiga atas kasus pencurian buah sawit di perusahaan PT. MAK secara massal, berkaitan dengan Persidangan pada selasa (26/10/2016), dengan mengagendakan mendengar keterangan dan mendengar Tuntutan Sidang atas terdakwa kasus pencurian buah kelapa Sawit di PT. MAK oleh Hakim Ketua.
Kelima Terdakwa  dihadirkan secara bergantian oleh Hakim Ketua,sidang pertama dihadirkan satu orang terdakwa, selanjutnya dua orang dan selanjutnya lagi dua orang, dengan memakai baju tahanan rutan.
Hakim Ketua dan Hakim Anggota meminta penjelasan terdakwa atas pencurian Buah Kelapa Sawit di PT. MAK. Hakim Ketua dan Hakim Anggota mencecar terdakwa atas kasus pencurian buah kelapa sawit di perusahaan PT. MAK daerah Sumsum Kecamatan Mandor  dengan memberi pertanyaan-pertanyaan yang salah satunya adalah, apakah enaknya di Rutan atau diluar tahanan, papar Hakim.
"Enaknya diluar,  bisa ngumpul dengan keluarga,  kalau dirutan sangat terbatas dan dibatasi," ujar terdakwa saat dalam persidangan.
Dalam keterangan kelima terdakwa,  menerangkan koornologis masyarakat mencuri buah sawit di PT. MAK secara massal, adalah bermula belum ada pembagian hasil oleh perusahaan PT. MAK dengan masyarakat petani sawit yang menyerahkan lahan di PT. MAK.
"Akibat perusahaan belum ada pembagian hasil kepada pihak petani, kami terdiri 26 orang berkoordinasi kepihak perusahaan mempertanyakan kapan ada pembagian hasil yang 80 persen (pihak perusahaan)  20 persen (pihak Petani), dan hasilnya nihil tidak ada jawaban oleh pihak perusahaan dan oleh sebab itu, kami berniat untuk memanen buah perusahaan yang dulunya lahan kami, "papar terdakwa saat memberi keterangan pada Hakim.
 Setelah itu dalam persidangan,  Hakim meminta kepada para terdakwa satu persatu untuk menunjukkan barang bukti alat untuk melakukan kejahatan, masing-masing terdakwa maju didepan samping meja penuntut umum, menunjukkan barang bukti berupa,  dodos, dan ambin.
Diakhir persidangan setelah mendengar keterangan terdakwa atas kasus pencurian buah kelapa sawit di PT. MAK, sidang selama kurang lebih dua setengah jam, Hakim Ketua dalam keputusan yang telah diambil oleh Hakim memutuskan sidang akan dilanjutkan pada tanggal 2 November 2016 berdasarkan keputusan Jaksa Penuntut Umum, bahwa bacaan penuntutan kepada terdakwa digelar minggu depan.
Selesai persidangan,  pengacara kelima terdakwa,  yakni Dwi Joko Prihanto, SH.MH, yang didamping oleh rekannya Henok. menurut Dwi Joko Prihanto,  kelima masyarakat yang didakwakan dalam persidangan, adalah masyarakat meminta kepada perusahaan untuk pembagian hasil yang berdasarkan ketentuan undang-undang, kenapa kok pihak perusahaan belum ada bagi hasil sampai sekarang, kalau dihitung dari beberapa tahun ini nilai yang dicuri masyarakat tidak seberapa dibandingkan keuntungan perusahaan yang hasilnya tidak dibagi kepada pihak petani.
Dwi Joko Prihanto menambahkan pihaknya akan melakukan gugatan kepada pihak perusahaan PT. MAK setelah selesai kasus yang ditangani mereka saat ini,  tapi pihaknya akan mempelajari dulu, Ujar Dwi JoKo Prihanto pengacara muda. (Red. Y)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS