Cabuli Bocah 3,9 Tahun, Terdakwa Di Vonis Pengadilan 13 Tahun Penjara

Senin, 17 Oktober 2016

Terdakwa  kasus pencabulan bocah 3,9 tahun di Kecamatan Sekadau Hilir dijatuhi hukuman 13 tahun penjara oleh Hakim Pengadilan Negeri Sanggau setelah menjalani sidang putusan pada kamis (6/10/2016) lalu. Bemo (nama samaran)  merupakan terdakwa kasus pencabulan bocah 3,9 tahun di Kecamatan Sekadau Hilir.

Penasehat Hukum Terdakwa, Munawar Rahim mengatakan bahwa putusan terhadap  terdakwa pencabulan anak tersebut yakni 13 tahun penjara dan denda Rp. 1 Miliar. dimana terdakwa Bemo (20) sudah mengakui bersalah dan menyesali atas perbuatannya
 
“Apabila tidak bisa membayar denda, maka subsider 5 bulan penjara. Sebelumnya dituntut 15 tahun penjara dan hakim memutuskan 13 tahun,” ujarnya.


seperti yang dikutip thetanjungpuratimes.com, Terdakwa terbukti melanggar pasal 81 Undang-Undang Perlindungan Anak. Terdakwa, kata dia, menyesali perbuatannya dan menerima apapun keputusan yang dijatuhkan hakim padanya. “Dia (Terdakwa, red) sudah menerima dan menyesali perbuatannya. Dia mengaku khilaf,” kata Munawar.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Sekadau, Andi Salim, membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, sebelumnya terdakwa memang dituntut 15 tahun penjara oleh JPU. Oleh Hakim, kata dia, terdakwa diputuskan 13 tahun penjara. “Iya putusan 13 tahun penjara, sebelumnya memang dituntut 15 tahun penjara,” ucapnya.

Bemo terbukti bersalah karena melakukan pencabulan terhadap Mawar (bukan nama sebenarnya) yang berusia 3,9 tahun. Apalagi, aksi bejatnya itu dilakukan pada anak tetangganya sendiri yang dilakukan pada Minggu (15/5/2016) lalu.

Aksi tersebut dilakukan di rumah terdakwa saat korban bermain di rumahnya. Perbuatan itu terbongkar setelah ibu korban hendak memandikan anaknya, tapi Mawar melarang membersihkan kemaluannya lantaran sakit.

Kemudian, korban menceritakan perbuatan tak senonoh yang dilakukan oleh terdakwa kepada orang tuanya. Keluarga juga sempat membawakan korban ke RSUD Sekadau untuk divisum. Tak terima dengan perbuatan tersangka, keluarga akhirnya melaporkan tersangka kepada pihak berwajib dan terdakwa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Sekadau, Andi Salim, menuturkan, terdakwa memang sempat berkelit. Berdasarkan fakta persidangan, kata Andi, bocah tersebut yang memukul kemaluannya, karena ingin melihat handphone yang ada ditangan terdakwa.
Ia mengatakan, semula orang tua korban tidak percaya dengan perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa. Apalagi, orang tua korban dan terdakwa sudah seperti keluarga dan tinggal bertetangga. “Sudah putusan, yaitu 13 tahun penjara. Tentunya, kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi semuanya agar selalu mengawasi anak-anak,” tandasnya. (Su)

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS