Buat Surat Keterangan Kematian Harus Bayar Rp. 250 Ribu

Sanggau (Sorot Post) - Sudah Jatuh, Tertimpa Tangga pula. begitulah  yang dialami warga  untuk mendapatkan Keterangan Kematian. untuk mendapatkan Surat Keterangan kematian di layanan birokrasi di Desa Balai Sebut , Jangkang Kabupaten Sanggau, mereka harus membayar Rp. 250.ribu rupiah.

Fransiskus Kicun (46) anggota Komisi B DPRD Sanggau, mempertanyakan masalah mahalnya tarif dalam pembuatan surat keterangan kematian di kantor Desa Balai Sebut. hal itu dipertanyakan terkait apa yang dialami oleh adik iparnya saat mengurus surat keterangan kematian yang dimintai uang sebesar Rp. 250 ribu
 

“Melihat biaya yang menurut saya mahal itu, saya meragukan. Apa dasar hukumnya? Kalau ada Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur, nomor berapa? sehingga menetapkan tarif sebesar itu,” tanya Kicun

Seperti yang diberitakan oleh media Equator, pada Jumat (21/10), FK (46) meminta kepada aparatur desa untuk mengoreksi tarif yang dikenakan saat membuat surat keterangan kematian yang menurutnya tinggi.  apalagi surat keterangan kematian tersebut termasuk dalam dokumen administrasi negara, sehingga tidak semua masyarakat mampu untuk membayarnya.

“Saya minta diubah. Tampaknya di setiap desa sama tarifnya. Saya rasa biaya ini memberatkan. Apalagi bagi keluarga yang sedang berduka,” kesal Kicun

Karena menyangkut masalah kepentingan negara, Seharusnya biaya pembuatan surat keterangan kematian dibebankan kepada negara bukan kepada masyarakat.

“Kalaupun ada biaya, saya yakin tidaklah sebesar itu,” kata pria yang juga Anggota Komisi B DPRD Sanggau itu. 

mengenai masalah tersebut, FK berencana akan menyampaikan masalah pembuatan surat keterangan kematian  seperti yang dialami adik iparnya ke Komisi A DPRD Sanggau karena masalah tersebut masuk dalam tugas dan fungsi (Tupoksi ) Komisi A DPRD.

“Saya tidak berani mengatakan ini Pungli (pungutan liar) atau bukan. Tetapi kalau mereka tidak bisa menjelaskan dasar hukumnya, sudah pasti itu masuk kategori Pungli,” tegasnya.


saat diwawancarai melalui telpon seluler pada kamis (20/10), Terkait masalah pembuatan Surat keterangan Kematian yang mahal tersebut.,  Kepala Desa Balai Sebut, Mikael Riduan Mariadi mebantah adanya Pungli yang dilakukan oleh jajarannya. khushsnya dalam pengurusan surat administrasi dan keterangan kematian.

ditegaskan oleh mikael  bahwa pembuatan surat-menyurat di kantor Desa Balai Sebut memang dikenakan biaya administrasi. Namun tidaklah Rp250 ribu. “Kita tidak ada Pungli dengan melakukan penarikan sebesar itu,” kilahnya.

Diakuinya, jika mengurus surat kematian tidak dikenakan biaya. Kecuali jika mengurus keluarnya asuransi atau santunan dari CU (Credit Union). “Dikenakan administrasi sebesar Rp100 ribu,” ungkapnya.
Jika uang yang ditarik sebesar Rp100 ribu dari para pembuat surat kematian, sebagai sarat pencairan dana santunan tersebut. Dana itu digunakan untuk operasional kantor desa, seperti makan dan membeli gula dan kopi.

Jika ada biaya lainnya, seperti penarikan denda adminstrasi, sangat kecil sekali. Tidak ada yang mencapai ratusan ribu seperti yang diadukan masyarakat. (Su)

Dikutip dari EQUATOR.CO.ID Mahalnya Buat Surat Keterangan Kematian

Postingan populer dari blog ini

Densus 88 Geledah Rumah Warga Desa Raja Ngabang

Terminal Ngabang Di Kagetkan Wanita Cantik Pinsan Dikursi Tunggu

Pentingnya Akta Nikah Bagi Pasangan Suami Istri Non Muslim