Tunjangan Tak Dibayarkan Alasan Karyawan SPBU Paris Dua Mogok Kerja

Kamis, 08 September 2016

Pontianak, (Sorot Post) –  Ketika ditemui di warung kopi yang terletak di samping SPBU Jalan Parit Haji Husin II Pontianak Tenggara, salah seorang karyawan SPBU  yang enggan disebutkan namanya membenarkan bahwa seluruh karyawan pada Kamis (8/9) melakukan mogok kerja.
“Biasa masuknya jam enam pagi, tapi kita hari ini duduk aja, ngopi, belum tahu sampai berapa hari mogoknya,” katanya yang saat ditemui masih memakai seragam Pertamina tersebut.

Ia yang duduk bersama sejumlah rekannya,  mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan buntut dari  tunjangan premi yang sudah dua bulan tidak dibayarkan. keanggotaan BPJS sudah di daftarkan pada tahun 2015, namun pada saat di gunakan untuk berobat tidak bisa digunakan, dengan alasan kesalahan administrasi.
“Kalau ditempat lainkan gajinya sesuai dengan UMK, UMP, kalau di sini juga ada UMK, ada juga tunjangan, cuma inilah ni tunjangan kita sudah dua bulan tidak dibayarkan,” katanya.
Ia mengatakan sebelumnya SPBU tersebut langsung dikelola oleh PT. Pertamina melalui anak perusahaan PT. PTC (Pertamina Traing and Consulting). Tapi semenjak pindah ke Perusahaan yang bernama Kopertare (Koperasi Pertamina Retail) baru ada masalah yang membuat seluruh karyawan gerah. Sebelumnya ketika dibawah PT. PTC tidak ada maslah yang muncul.
Ia menjelaskan pada SPBU tersebut ada dua perusahaan yang menangani langsung yaitu  PT. KMI (Kopertare Mitra Indonesia) yang membawahi petugas security. Sementara Kopertare (Koperasi Pertamina Retail) yang membawahi karyawan seperti pengawas, operator serta admin.
“Tapi karyawan security tidak ada masalah dengan PT.KMI, mereka mogok hanya bentuk solidaritas dengan kami,” ujar nya.
“Di bulan yang lalu sebenarnya sudah ada mediasi antara kami dengan vendor yang ada di Jakarta, dan mereka menjajikan akan membayar premi yang menjadi hak kami, tapi sampai sekarang gaji kami tetap dipotong, dan tidak ada realisasi janji itu, makanya sekarang kami mogok kerja aja,” kesalnya.
Dikatakan, sebenarnya pihak karyawan tidak menginginkan aksi mogok seperti ini. Pihak vendor menjanjikan mau datang untuk menyelesaikan masalah itu. Namun setalah beberapa waktu tidak ada tanda-tanda vendor yang berada di Jakarta datang ke sini, untuk menyelesaikan masalah tersebut.
“Intinya hasil briefing kami kemarin, kami tidak ada masalah dengan pimpinan Pertamina di Pontianak ini, mereka baik, tapi yang kami kejar inikan vendor yang ada di Jakarta,” jelasnya
Dirinya berharap semua yang menjadi hak karyawan dapat dibayarkan.
“Harapannya kami minta balikkan asal saja, , kami tidak ada nuntut gaji atau apa, yang penting hak kami seperti tunjangan tetap diberikan,” pungkasnya. (thetanjungpuratimes.com)

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS