Petani Jagung Bengkayang Keluhkan Hama Serang Kebun Jagung

Selasa, 27 September 2016

Bengkayang (Sorot Post ) - Kendala utama penyebab, menurunnya tingkat produksi perkebunan Jagung yaitu Serangan Hama dan penyakit. hal ini di alami oleh  sejumlah petani di Kabupaten Bengkayang. Dimana Jagung merupakan Komoditas utama di Kabupaten Bengkayang.

Sejumlah petani jagung di Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat, mengeluhkan kebun jagung mereka saat ini diserang hama yang berpotensi menyebabkan  gagal panen. 

“Kerugian akibat serangan hama bisa dibilang tidak kecil bahkan beberapa diantaranya berpotensi menimbulkan kegagalan panen,” keluh Ana salah satu Petani warga di Desa Belimbing Kecamatan Lumar saat dihubungi di Bengkayang, Selasa (27/9).

Ana mengatakan serangan hama atau dikenal oleh mereka sebagai bulai dapat mengakibatkan gagal panen mencapai 100 persen.

Adapun Gejala penyakit ini terjadi pada permukaan daun jagung berwarna putih sampai kekuningan diikuti dengan garis-garis klorotik dan ciri lainnya adalah pada pagi hari di sisi bawah daun jagung terdapat lapisan beledu putih yang terdiri dari konidiofor dan konidium jamur.
 
Penyakit bulai pada tanaman jagung menyebabkan gejala sistemik yang meluas keseluruh bagian tanaman dan menimbulkan gejala lokal (setempat). Gejala sistemik terjadi bila infeksi cendawan mencapai titik tumbuh sehingga semua daun yang dibentuk terinfeksi. Tanaman yang terinfeksi penyakit bulai pada umur masih muda biasanya tidak membentuk buah, tetapi bila infeksinya pada tanaman yang lebih tua masih terbentuk buah dan umumnya pertumbuhannya kerdil.

Adapun Penyakit bulai pada tanaman jagung ini  disebabkan oleh cendawan Peronosclerospora maydis dan Peronosclerospora philippinensis yang luas sebarannya, sedangkan Peronosclerospora sorghii hanya ditemukan di dataran tinggi Berastagi Sumatera Utara dan Batu Malang Jawa Timur.

“Gejala khas penyakit bulai adalah adanya warna putih memanjang sejajar tulang daun dengan batas terlihat jelas. Seperti permukaan bagian daun atas maupun bawah terdapat warna putih seperti tepung, dan terlihat jelas apabila di lihat di pagi hari,” tuturnya.

Selain Ana, keluhan juga di utarakan oleh petani lainnya yaitu Danel yang mengatakan di lahannya juga kerap diserang bulai.

“Biasanya dipangkas dan dibuang jauh-jauh supaya tidak menjalar ke tanaman lain,” terang Daniel.

Daniel berharap kepada pemerintah agar komoditas unggulan Kabupaten Bengkayang tersebut mendapat perhatian baik berupa bantuan pemberantasan hama melalui penyuluhan maupun bantuan lainnya. (Ju)

Editor  : Philipus

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS