Pemkot Pontianak Tak Layani Warga Tanpa KTP-el

Selasa, 06 September 2016

PONTIANAK(Sorot Post) -Wali Kota Pontianak Sutarmidji meminta masyarakat segera membuat KTP elektronik (KTP-el). Bahkan, terhitung hari ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tidak akan melayani administrasi apapun bagi warga yang masih memegang KTP lama. 
Dia juga mengancam akan melakukan razia dari rumah ke rumah dan menjatuhkan denda bagi yang tidak memiliki KTP-el. “Saya berbicara benar, kalau tidak percaya coba saja, benar-benar saya lakukan. Dari pada disweeping untuk buat KTP-el  bagus saya suruh Satpol PP dan kita denda saja,” tegasnya, Senin (5/9).          
Dijelaskannya, hingga hari ini tercatat jumlah warga wajib KTP-el adalah sebanyak 466.852. Jumlah ini dipastikan akan bertambah seiring dengan bertambahnya penduduk yang memasuki usia 17 tahun sebagai wajib KTP. 
Dari jumlah tersebut, yang sudah mengantongi KTP-el adalah 403.355. Artinya masih ada kurang lebih 63.497 orang yang belum merekam KTP-el. “Dari 466.852 itu, ada 2.357 orang yang sudah melakukan perekaman tetapi KTP-el nya hingga hari ini tidak tahu rimbanya karena waktu itu pencetakan masih terpusat di Kementerian Dalam Negeri,” jelas Sutarmidji.            
Terhadap 2.357 warga yang telah merekam KTP-el sejak lama, namun belum datang hingga kini, pihaknya mengimbau mereka untuk datang ke Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pontianak untuk diverifikasi ulang dan dicetakkan KTP-elnya. “Kalau data saudara ada dan terekam, langsung dicetakkan. Bila tidak, maka direkam ulang,” terangnya. 
Saat ini, pencetakan KTP-el sudah dilakukan di Disdukcapil atau kecamatan. Berdasarkan Standar Operasional Pelayanan (SOP), paling lama satu minggu KTP-el sudah bisa diterima. Bahkan bisa saja dalam waktu dua hingga tiga menit bisa selesai. 
Wali kota dua periode ini pun menjamin, urusan KTP-el tidak akan memakan waktu lebih dari SOP yang ditetapkan. Jika urusan KTP-el tidak selesai dalam satu minggu sesuai SOP, dia meminta warga untuk melapor apa penyebabnya. “Kalau misal rekam sekarang terus satu minggu belum jadi KTP-el nya saya akan ganti kepala Disdukcapil,” tukasnya. 
Masyarakat juga diminta jangan khawatir jika pengurusan KTP-el memakan waktu lama, susah atau berbelit-belit.  Karena sudah dijamin pengurusan KTP-el cepat dan mudah. Terlebih, untuk pengurusan KTP-el tidak dipungut biaya apapun. “Jika memang seperti itu, lapor ke saya 24 jam lewat twitter saya. Kalau ada yang pungli, kasi tahu saja siapa namanya,” imbuh Midji.
Namun yang jadi permasalahan, ada 63.497 orang yang belum merekam KTP-el, sementara stok blanko hanya sisa 3.086. Diakuinya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dirjen Dukcapil dan mendapat respon dengan mengirimkan sebanyak enam ribu blanko KTP-el  dua pekan lalu. 
“Blanko, sekarang tersisa 3.086 blanko, dalam dua hingga tiga hari habis. Kita akan minta lagi sampai semuanya mengantongi KTP-el. Saya berharap 63 ribu ini cepat karena akan bertambah-bertambah terus jumlahnya,” tuturnya. 
Sutarmidji menyayangkan masih adanya segelintir warga yang enggan mengurus KTP-el padahal pengurusannya gratis. Tidak jarang, mereka baru mau mengurusnya setelah diperlukan. Sudah semestinya setiap warga mengantongi KTP-el sebab itu adalah identitas sebagai penduduk. Bila tidak memiliki identitas sebagai penduduk, maka pihaknya tidak bisa mengakui warga bersangkutan adalah warga Kota Pontianak.
“Buat KTP gratis saja susah, nanti kalau tidak ada KTP-el, tidak bisa berurusan apapun, baru menyalahkan pemerintah, bilang lama urusan inilah itu lah,” tandasnya. 
Karena itu dia pun meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), bahkan bila perlu pihak kepolisian, tidak melayani warga yang masih memegang KTP lama terkecuali untuk laporan-laporan tindak pidana kriminal. “Untuk urusan yang lain-lain, jangan dilayani,” pungkasnya. (Mar/Mul)

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS