Pemilik Kafe Dori Putussibau Dilaporkan Karyawatinya Kepihak Polisi Karena Tak Tahan Sering Dianiaya

Selasa, 06 September 2016

Putussibau (Sorot Post) - Belum lama kejadian pembakaran 3 buah sepeda motor di Kafe Dori Putussibau yang beralamat di Jalan Lintas Selatan Kedamin Hulu, Kecamatan Putussibau Selatan pada tanggal 28/8/2016 pukul 01.30 Wib dini hari, lagi-lagi telah terjadi penganiayaan yang dilakukan pemilik Kafe Dori (Budy) kepada beberapa karyawati di kafe tersebut.

Kronologis kejadian bermula pada hari Rabu (31/8/16) sekitar pukul 05.00 WIB, ketika Rini bersama kedua  temannya yang berasal dari desa Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat  berusaha kabur dengan mencongkel pintu. "Kami pura-pura tidur, saat itulah kami bisa kabur," kata Rini. 

Dirinya mengatakan, ia dan teman-temannya bertekad kabur dari cafe tersebut karena penyiksaan yang dilakukan oleh pemilik cafe yakni Budi.

“Kami di sana bekerja setiap hari dari jam delapan malam sampai subuh, jika tak memenuhi jam kerja tersebut, kami disuruh kerja lagi besoknya, namun turun lebih awal yakni pukul dua siang,” tutur gadis berusia 21 tahun ini.

Rini yang baru dua bulan bekerja ini mengungkapkan, bahwa banyak ketidakadilan yang dilkukan oleh pemilik cafe, para karyawan merasa dianggap seperti binatang. Sampai-hari ini gaji belum saya terima, karena aturan mereka gaji baru bisa diterima jika kontrak kerja sudah habis. "Sedangkan kami tidak pegang kontrak kerjanya," sedihnya.

Selama bekerja di Cafe Dori banyak sekali pemotongan yang harus ditanggung karyawan mulai dari bayar kamar, uang piket dan lainnya. "Jangankan bawa hasil, karyawan cafe disini justru ada saja hutangnya. Makanya kami tak mau mengalami seperti itu dan terpaksa kabur," ungkapnya.

Ditambahkan Nurul karyawan cafe Dori Putussibau, jika selama bekerja di cafe tersebut sangat tertekan karena keluar saja tidak boleh dan dilarang pakai handphone, sehingga kami sudah seperti dipenjara saja.

Lanjut Nurul, mereka bertiga sempat berhasil kabur ke rumah warga di Desa Melapi, namun apesnya rumah tempat mereka bersembunyi ternyata masih kerabat dekat bosnya sehingga mereka tertangkap lagi.

“Waktu itu kami lagi tidur sekitar jam sembilan pagi, kami terkejut tiba-tiba dibangunkan oleh Budi dan memaksa kami kembali ke cafe.  Kami bertiga langsung dihajar Budi saat kembali ke cafe, mulai dari diinjak, ditampar, ditonjok sampai keluar kata-kata tak pantas,” ucapnya.

Tidak betah dianiaya, karyawati kafe Dori Putussibau yang ada di Jalan Lintas Selatan, Kecamatan Putussibau Selatan melaporkan bosnya Budi, ke Polres Kapuas Hulu setelah berhasil kabur.

Tak mau masalah ini berlarut-larut, kata Nurul, temannya Rini mencoba hubungi polisi secara diam-diam menggunakan handphone temannya sehingga masalah ini pun dapat ditangani polisi seperti ini. Untuk itu ia pun berharap agar pengelola cafe tersebut dapat ditindakanjuti supaya teman-teman mereka lainnya dapat bebas.

“Kami mau mereka itu ditangkap, karena membuat kami sengsara seperti binatang,”ungkapnya.

[  Rajali/Uncak.com ]

 

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS