Pembuat Lambang Tax Amnesty Berasal dari Pontianak

Jumat, 23 September 2016

PONTIANAK (Sorot Post) -  Siapa yang tidak mengenal logo tax amnesti saat ini !, logo yang sudah terpampang diseluruh indonesia dan Logo Tax Amnesty kini sangat familiar bagi orang Indoesia. Origami burung merpati berwarna emas itu terpampang di sudut-sudut jalan kabupaten dan kota seluruh Indonesia. Diiklankan pula setiap hari di televisi dan media cetak nasional dan lokal. Namun tahukah bila logo ini diciptakan oleh pegawai Kantor Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Kalimantan Barat, Pontianak.

Adalah Faris Yustian yang menciptakan logo tersebut. Pria berusia 30 tahun ini mengikuti sayembara yang digelar DJP pusat tahun lalu untuk membuat logo dan slogan Amnesti Pajak. Berbekal kemampuan olah gambar via aplikasi Correl Draw, dia pun berdikusi dengan rekan-rekannya tentang filosofi tax amnesty.
 
Dia lalu membayangkan tax amnesty itu sebagai sebuah hak sekaligus menunjukan rasa nasionalisme dari wajib pajak. Nasionalisme itu saya kira bisa diwakilkan oleh burung merpati. Selain itu burung juga melambangkan kebebasan. Pandangan umum kan bilang kalau burung merpati itu memiliki sifat setia, tidak ingkar janji dan selalu kembali ke sarangnya," terangnya.

Sedangkan merpati yang berupa mainan origami melambangkan ketelitian dan ketelitian. Adapun warna emas melambangkan harta kekayaan. "Origami itu kan kerajinan tangan yang butuh ketelitian dan ketelatenan," ucap warga Jalan Sumatera, Pontianak ini.

Faris mengaku bangga lambang yang dibikinnya terpampang di seluruh pelosok negeri. "Apalagi Presiden Jokowi yang meresmikan secara langsung. Tidak menyangka saja, tetapi bangga sekali rasanya. Apalagi saya diundang juga oleh DJP pusat ke Jakarta," sebut bapak satu anak ini.
http://www.pajak.go.id/amnestipajak

Faris berharap program tax amnesty dapat mencapai target, bahkan melebihi. "Karena ini penting sekali untuk negara. Dan wajib pajak diuntungkan karena mendapatkan pengampunan, dimana tebusan yang harus dibayar jauh sekali dibandingkan dengan kewajiban yang seharusnya," pungkas dia.

Editor : Philipus Nahaya

Sumber  : Pontianak Post

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS