Korban Penusukan Masih Dirawat Di RSUD Putussibau

Jumat, 09 September 2016

Putussibau (Sorot Post) – Korban penusukan oleh tersangka bernama Ingkat alias Ajiu yang masih buron terjadi di Desa Teluk Sinur, Kecamatan Bika, Kabupaten Kapuas Hulu yang terjadi pada, Kamis (8/9/16) sekitar pukul 19.00 Wib masih terkapar dan mendapat perawatan intensif di ruang ICU RSUD Achmad Diponegoro Putussibau.

Fransiska Munaka (21), korban penganiayaan warga Desa Teluk Sinur Kecamatan Bika ini ditikam dibeberapa bagian tubuh seperti bagian perut, lengan dan leher, bagian kepala juga belakang, yang harus mendapat perawatan secara intensif dari pihak rumah sakit, yang mana terdapat belasan baik luka robek maupun tusuk. Sebab, ada satu luka tusuk bagian belakang yang dalamnya sekitar 5 cm.

Menurut ayah korban Asip (46), kejadian bermula sekitar pukul 19.00 Wib. Saat itu kami sedang makan bersama keluarga lainnya didalam rumah. Belum lama kami mendengar ada suara yang memanggil kami yang lagi makan didapur dan salah satu sepupu korban pun keluar ternyata si kakek korban atau mertua saya sudah memegang korban yang sudah tergeletak di ujung gertak depan rumah. Kemudian sepupu korbanpun membantu untuk membawa korban naik keatas rumah untuk dibaringkan yang mana korban saat itu sudah dalam keadaan pingsan. Kemudian kami pun berusaha mencari mobil untuk membawa korban ke RSUD Putussibau.

“Terus terang awalnya kami tidak tahu apa yang telah terjadi pada anak saya sampai seperti ini dan belum tau siapa sebenarnya dan motif apa pelaku melakukannya,” kata Asip kepada media ini saat ditemui di RS, Kamis (8/9/16) sekitar pukul 22.00 Wib. 

Martin Kurniawan (23) sepupu korban saat ditemui mengatakan memang si korban duduk diluar sendiri saja. Namun tiba-tiba datak pelaku yang katanya ingin membeli Hp korban, tetapi tersangka malah mengajak korban  untuk berjalan keluar ketempat yang agak sunyi untuk melihat Hp si korban tadi yang jaraknya sekitar 40 meter dari rumah.

“Kami juga tidak curiga karena tersangka juga tetangga dan sering ngumpul dan main dirumah korban tersebut. Akhirnya saya pun masuk kedalam dan ikut makan bersam paman di dapur,” kata Martin.

Foto: Korban saat dilakukan perawatan medis.
Tak lama kami mendengar si kakek memanggil dan saya pun keluar dan sudah melihat korban tergeletak diujung gertak tangga rumah. Kemudian saya pun mengangkat korban keatas rumah dan dibaringkan. Setelah dibaringkan saya melihat banyak luka dan darahpun mulai mengalir banyak dan kamipun panik, akhirnya kami membawa korban ke RSUD Putussibau, jelasnya.

“Saya menduga yang melakukan penganiayaan ini pasti tersangka Ajiu. Karena yang saya tau tersangka lah yang bersama korban tadi. Selain itu ditemukan juga sebuah pisau di TKP, tempat mereka bertemu,” tutur Martin.

Asip meminta kepada pihak berwajib yaitu polisi untuk menangkap tersangka yang telah melakukan penusukan kepada anak saya dan dihukum sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku. “Secara hukum adat kami tetap menuntut nantinya, tetapi hukum negara tetap jalan dan kami laporkan karena perbuatannya ini sudah hampir menghilangkan nyawa anak saya,” pintanya.

Sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Kapuas Hulu mengenai kronologis kejadian serta motif kejahatan yang dilakukan terhadap korban, karena pelaku masih buron dalam pencarian.(Raj)

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS