JANGAN MENJADI MAHASISWA/I YANG BODOH

Kamis, 01 September 2016

Mahasiswa  ???  “Bangganya jadi seorang mahasiswa”. Kalimat yang sudah banyak orang tahu rasanya, terutama bagi mereka yang pernah merasakan duduk di bangku kuliah. Baik Dari mereka yang mendapatkan beasiswa prestasi, beasiswa kurang mampu, dari orang tua nya yang mampu,  ataupun dari orang tuanya yang tidak mampu.

Bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu dengan bingung kesana kemari mereka  mencari pinjaman, dan masih banyak lagi alasan dari orang tua mereka agar anak mereka bisa kuliah dan menjadi mahasiswa. Sebagian besar dari mereka memimpikan hidup mereka sukses karena sudah menjadi mahasiswa dan merasakan bangku kuliah, tapi juga tidak sedikit yang memikirkan menjadi mahasiwa kedepannya. Daripada menjadi mahasiswa dan bingung mencari pekerjaan setelah lulus, mereka memilih langsung bekerja untuk menjadi sukses, dan bahkan mereka yang langsung memilih untuk bekerja berani mengambil spekulasi untuk bisa menjadi orang yang sukses daripada mereka yang merasakan bangku kuliah. Inilah kehidupan, banyak pilihan dan memang sangat sulit dan rumit. 

Mereka yang langsung bekerja sambil kuliah dan menjadi mahasiswa itu mungkin lebih mulia niatnya, karena disamping mereka menitik beratkan tanggung jawab didalam pekerjaan mereka juga harus berkonsentrasi dalam belajar. Kenapa demikian : jawabannya karena mereka rela membagi waktu belajar mereka untuk bekerja. Tentunya hanya berapa saja persentase itu, kebanyakan dari mereka bisanya hanya fokus terhadap satu titik, kalau belajar ya belajar saja, demikian juga kalau mereka bekerja ya hanya sebatas bekerja saja, hanya sedikit yang mau untuk membagi waktu untuk belajar dan bekerja. Dan karena bangga nya mereka bekerja mereka lupa belajar ( padahal belajar itu penting ), dan mereka yang belajar lupa akan pentingya arti bekerja ( padahal bekerja itu juga penting ). 

Mereka yang disebut mahasiswa bodoh itu hanya bisa minta, minta dan minta uang kepada orang tua nya, ngomong ini dan itu alasannya bayar kuliah padahal beli hape dan tak ingin ketinggalan gaya dengan teman-temanya, untuk beli aksesoris motor, mentraktir teman-teman hanya untuk dapat pujian dari teman-temannya dan masih banyak lagi. Hal itu banyak terjadi sekarang ini, apalagi bagi mereka yang kuliah jauh dari orang tua sehingga kurangnya pantauan dari orangtua mereka sehinga dengan alas an bayar uang kuliah dan sebagainya mereka minta dan minta terus uang kepada orang tua mereka. Padahal uang yang diminta tersebut untuk keperluan lain. Orang tua yang di rumah percaya saja dan mengirim apa yang diminta anaknya. Karena mereka berharap anaknya bisa wisuda dan menjadi orang sukses setelah menyelesaikan masa mahasiswanya.

Jarang dari segelintir mereka yang saat mereka kuliah berpikin juga untuk bisa mengurangi beban orang tua mereka  dengan bekerja secara part time an ataupun freelance. Jarak rumah mereka dengan kampus bisa saja setengah jam, bahkan dengan alasan proses belajar terganggu karena jarak rumah dengan kampus yang dipikirkan jauh akhirnya mereka minta uang tambahan lagi untuk sewa kost karena takut capek karena harus fokus kuliah. Kedepan bakal hancur negeri kita tercinta ini kalau saja sebagian besar mahasiswa kita seperti itu. Jarang dari mereka yang  bisa berpikir logis kedepannya kehidupan nantinya itu akan lebih susah. Mereka susah untuk jadi panutan junior-junior mereka dikampung, dikomunitasnya. Mereka hanya bisa membanggakan apa itu kata kuliah tanpa mereka bisa mengalirkan ilmu yang mereka dapat dari bangku kuliah. Mereka kembali dengan hape baru, motor keren, baju bagus, padahal dari kebanyakan mereka yang belum bisa merasakan apa indahnya bangku kuliah dan merek yang belum bisa merasakan ilmu yang didapat dari bangku kuliah ingin mengetahui dan bahkan ikut merasakan apa manfaat yang mereka bisa dipakai untuk kehidupan yang lebih baik kedepannya.

Mahasiswa, kedepannya diharapkan  untuk membangun kehidupan yang lebih baik, menciptakan lingkungan kerja yang baru dimasyarakatnya, penerapan ilmu yang bisa ditularkan kepada teman sebaya nya. Tapi sekarang, banyak mahasiswa yang acuh akan hal ini, setelah lulus mereka bingung mencari kerja, mereka malu bergaul dengan masyarakat, mereka menjadi sosok orang yang angkuh,  padahal bukan itu yang masyarakat harapkan. Mereka lebih senang setelah lulus menunggu lowongan menjadi CPNS atau menunggu pekerjaan yang layak menutrut pemikiran mereka. Dan ketika ada lowongan pekerjaan dalam hal kecil mereka, “ tidak selevel dengan tingkat pendidikan saya” itu yang mereka katakan, mereka lupa akan kodratnya sebagai mahasiswa dimana mereka mempunyai tanggung jawab untuk merubah paling tidak masyarakatnya menjadi masyarakat yang cerdas dengan membuka lahan pekerjaan baru atau kegiatan yang bisa mencerdaskan masyarakatnya sebelum mereka berguna bagi bangsa dan negera nya tercinta lewat pemikiran-pemikiran akademisinya.

Kita lihat setiap tahunnya ketika pembukaan lowongan CPNS dari Pemerintah daerah, ada begitu banyak yang ikut serta dalam seleksi penerimaan tersebut ( Seperti yang diamati penulis di Kabupaten Landak saat penerimaan CPNS) namun hanya sedikit saya yang bisa lulus dalam seleksi tersebut. Dan bagi mereka yang tidak lulus akan menjadi apa..? pengangguaran kah..? harusnya mereka sudah tahu bahwa peluang itu kecil dan memang susah untuk ditembus, tetapi dengan alasan “semoga nasib nya baik “ atau “ untung-untungan”. Harusnya mereka bisa berpikir dengan logis dan bisa memutar kembali pemikiran mereka untuk lebih kreatif dalam membuka usaha kecil-kecl an atau apalah itu. Apa kedepannya yang mereka bisa perebutkan kalau tidak ada lowongan lagi, dengan kenyataan setiap tahunnya akan ada mahasiswa yang akan diwisuda, dan itu akan bertambah setiap tahunnya. Sia-sia ilmu yang mereka perebutkan semasa kuliah dahulu. Mereka hanya membuang waktu , tenaga dan pikiran saja.

Negeri ini butuh sosok yang tangguh, negeri ini butuh tokoh bukan pecundang bangku kuliah yang hanya bisa menghamburkan uang, butuh sosok yang bisa membawa perubahan yang baik bukan perubahan yang semakin hancur. Saat melihat mereka yang bernasib baik bisa merasakan bangku kuliah, saat itu juga respect tidak baik muncul ketika melihat  di TV para mahasiswa penerus bangsa ini melakukan aksi demonstrasi tidak jelas dengan anarkis , mahasiswa yang bisanya hanya hura-hura diluar kampus, mahasiswa yang bisanya hanya bercinta dan mabuk-mabukan, mahasiswa yang tersangkut skandal kejahatan. Jarang dari mereka berpikir betapa kerasnya orang tua mengumpulkan biaya untuk mereka dan mereka sama sekali tidak menghargai pengorbanan dan kerja keras orang tua mereka.

Andaikan saja mereka bisa  menyadari pengorbanan dan kerja keras orang tuanya mungkin mereka akan menjadi seorang mahasiswa yang cerdas dengan memanfaatkan peluang nya tersebut, pintar dan membanggakan, pasti negeri ini akan semakin besar karena mempunyai mahasiswa sepeti itu. Tapi kita tengok sekarang, dengan perkembangan zaman era modern seperti ini, mereka yang mampu hanya bisa saling bersaing dalam hal kekayaan dan materi, bukanya bersaing dalam bidang akademik. Tidak sedikit dari lingkungan kita yang berada dalam lingkup masyarakat kurang berada, tapi tak sedikit juga mereka yang yang mau berusaha untuk memperbaiki kehidupan mereka dengan belajar. Dengan belajar tentunya manusia akan mejadi seseorang yang lebih bijak dalam mengatasi segala sesuatu, menjadi lebih pandai dalam memepertimbangkan keputusan yang diambilnya, mejadi seorang yang tangguh dalam menghadapi keruhnya dunia.

Dengan alasan tidak berada, kebanyakan dari masyarakat kita justru hanya bisa mengaharap belas kasihan dari orang lain, mereka tidak mau dan tidak melihat beberapa peluang untuk maju tentunya dengan kata belajar. Dalam dunia perkuliahan juga disediakan akan biaya terhadap mahasiswa yang kurang mampu, akan tetapi juga belum sadarnya tingkat meleknya informasi tentang itu. Inti dari kehidupan memang bekerja untuk bertahan hidup, tapi apa salah nya jika mereka juga berpikir bahwa kedepannya nantinya kehidupan akan lebih baik jikalau didampingi dengan ilmu yang lebih tinggi dengan didapatnya dari bangku kuliah.? Bukan benar begitu adanya kan.? Ini menjadi tanggung jawab pemerintah seharusnya, dengan menggalang motto “wajib belajar sampai perguruan tinggi”, tentunya dibarengi dengan pemberdayaan bantuan untuk kaum yang kurang berada. Bukan saja hanya menjadi slogan untuk menjadikan negeri yang lebih baik. Kita akan sadar betapa pentingnya ilmu setelah nanti kita susah mencari pekerjaan yang notebene membutuhkan minimal lulusan strata.

Sekarang sudah banyak perusahaan-perusahaan yang memang mencari bibit unggul khususnya dari lulusan strata 1 (S1) dengan harapan bisa memajukan negeri ini dengan sumber daya manusia yang memang berkualitas. Pemerintah harusnya lebih jeli akan hal itu. Bangku perkuliahan memang hanya mengajarkan ilmu-ilmu using dan hanya termuat dalam modul-modul kuliah, tapi setidaknya mereka yang bertemu dalam cakupan bangku universitas dan tentunya bisa saling bertukar informasi yang didapat dari pengalaman-pengalaman mereka. Mereka juga bisa bertemu dengan pakar-pakar ilmu dari segala bidang, mereka juga bisa mengambil ilmu yang mereka dapat dari sesi perkuliahan, mereka juga bisa mendapatkan ilmu dari kegiatan-kegiatan yang ada dalam lingkup universitas ataupun bisa langsung berinteraksi dengan dosen-dosen terkait. 

Mahasiswa pintar akan lebih tahu dan maju serta akan lebih jeli untuk memilih dan memilah waktu mereka benar-benar kedepannya. Waktu dimana mereka akan memposisikan diri mereka sebagai seorang mahasiswa, waktu dimana mereka harus memikirkan masyarakat kedepannya untuk menjadikan masyarakat yang cerdas dengan ilmu pengetahuan. Dan semoga di negeri yang kita cintai ini bukan saja memelihara banyak mahasiswa bodoh untuk menjadi penerus negeri ini. Mahasiswa bodoh yang hanya tahu saya mahasiswa pah mah untuk beli binder, saya minta uang pah mah untuk bayar semesteran, saya berangkat kuliah pah mah, saya tidur karena saya capek kuliah pah mah, saya berbohong minta uang kepada orang tua dengan alasan membayar kuliah tapi sebenarnya untuk beli hape, saya mengerjakan tugas akhir kuliah dengan copy paste, saya lulus kuliah dan saya menjadi pengangguran.

“ JANGAN PERNAH BERHENTI UNTUK BELAJAR, KARENA DENGAN BELAJAR ILMU DAN PENGETAHUAN ANDA AKAN TERUS BERTAMBAH”


Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS