Calon TKI Ilegal Asal Sukabumi Diimingi Gaji Jutaan Rupiah

Jumat, 02 September 2016

PONTIANAK (SOROT POST) - Satu di antara lima calon TKI Ilegal asal Sukabumi, Jamal (25) mengaku ia awalnya hanya berniat ingin mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang lebih besar, karena dari pekerjaannya selama ini sebagai pekerja pelayaran, gaji yang diperoleh belum dapat memberikan hasil yang memuaskan.

Terlebih, ia merupakan anak tertua dari lima bersaudara, sehingga menjadi tulang punggung keluarga.
"Pas kami di alun-alun, Sabtu (27/8/2016) langsung diajak Leni ke rumahnya di Loji, jam 6 sore itu. Saya mau izin ke orangtua dua teman yang cewek-cewek ini, terus sama ke orangtua saya juga, sama Leni nggak boleh keluar, katanya jam 1 berangkat," ujar Jamal saat telah diamankan di Mapolsek Pontianak Selatan, Jumat (2/9/2016).
Menginaplah keempat sekawan ini di rumah Leni pada malam itu, dan bertemu pula dengan Noviana yang juga baru diajak Leni.
"Nggak sampai 24 jam di rumahnya, pas jam 4 lah, langsung berangkat naik mobil tujuan ke bandara, di sana masih nunggu lagi," jelasnya.
Usai tiba di bandara pada Minggu (28/8/2016) pagi, sekitar pukul 13.00 WIB, kelima calon TKI ini berangkat menuju Pontianak, dari Bandara Internasional Soekarno Hatta ke Bandara Supadio Pontianak menggunakan pesawat Lion Air.
"Malam itu kami berangkat menuju bandara Soekarno Hatta, jam 1 siang terbang ke Pontianak. Begitu sampai kami dengan Leni nginap di rumah ibunya, Leni sempat nginap dua hari, terus dia pergi ke Malaysia," ungkapnya.
Jamal juga mengisahkan, sebelum berangkat Leni sempat mengiming-imingi bekerja di perusahaan aluminium di Malaysia, dengan gaji sebesar Rp 7 juta hingga Rp 8 juta perbulan.
Sementara untuk yang wanita, dijanjikan bekerja di restoran dengan gaji sekitar Rp 3 juta, itupun belum ditambah dengan uang sampingan.
"Waktu dia nawarin kerja sama saya, kerja di aluminium sekitar gajinya Rp 7 juta sampai Rp 8 juta, pas sampai Pontianak itu, dari kabar ibunya (Nani), gajinya sekitar Rp 2 juta, cuma katanya kerja di kapal, nggak sesuai pekerjaan yang dijanjikan awal," paparnya.
Saat mau berangkat, menurutnya Jamal, mereka mau diberi uang pinjaman Rp 3 juta atau berapa pun yang diminta, dan tak perlu membawa pakaian, karena nanti akan dibelikan.
"Sebelum berangkat ke Pontianak, mau dikasih uang pinjaman Rp 3 juta atau berapa juta juga dikasih, tidak usah bawa pakaian, ntar juga dibeliin, nyatanya nggak ada juga. Malah pakai uang pribadi saya," katanya.
Jamal mengaku, dari rumah ia membawa bekal uang tunai Rp 2 juta dan satu telepon seluler. Namun telepon seluler Samsung miliknya terpaksa harus dijual, karena sudah tak memiliki uang lagi.
"Handphone saya dijual buat jajan teman-teman yang bareng sama saya. Di sini sudah empat hari sampai sekarang ini, ke sini (Pontianak) hari Minggu," ucap Jamal.
Lanjutnya, setibanya di kediaman ibunya Leni, yakni Nani di Gang Bayu, Jl Tanjungpura. Sang perekrut TKI, Leni justru telah berangkat terlebih dahulu ke Malaysia. Sehingga ia dan teman-temannya merasa diterlantarkan Leni di rumah ibunya.
"Leni berangkat duluan, tanpa ngomong atau setahu saya. Mendadak berangkat, sudah dua hari di sana dia. Kami di sini sudah empat hari, ditinggal dia, yang mengurusi ibunya dia," urainya.
Tak betah berlama-lama di rumah penampungan, menurut pengakuan Jamal, ia akhirnya berinisiatif melapor ke Pos Polisi terdekat, tak jauh dari kediaman Nani.
"Waktu Leni sudah berangkat ke Malaysia, saya langsung melaporkan ke Pos Polisi," sambung Jamal.
Sebelumnya diberitakan, lima warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat berhasil dicegah keberangkatannya sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia oleh personil Polsek Pontianak Selatan, di Gang Bayu, Jl Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (1/9/2016) sekitar pukul 16.00 WIB.
Lima warga Sukabumi tersebut, yakni Jamal (25), Erik Takwa S (21), Noviana (25) serta dua orang yang masih dibawah umur, yakni RS (17), DR (15).
 Jamal mengaku ia dan teman-temannya merupakan warga Kampung Loji (Pelabuhan Ratu), Desa Sawah Garung, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dan berniat menjadi TKI, namun tak membekali diri dengan dokumen lengkap.(Mar/Mul)

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS