48 WNA Diamankan

Jumat, 02 September 2016

KETAPANG (Sorot Post) - Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Ketapang, mengamankan 48 Warga Negara Asing (WNA) selama dua hari terakhir, Rabu dan Kamis, kemarin. Orang asing yang diduga berasal dari Beijing, Tiongkok ini diduga ilegal karena tidak dapat menunjukkan dokumen keiimigrasian saat diperiksa oleh petugas.
Saat ini ke 48 orang asing tersebut ditempatkan di Kantor Imigrasi Kelas III Ketapang di Jalan Lingkar Kota dengan dijaga belasan petugas dari Timpora. Jumlah WNA yang berada di kantor tersebut diperkirakan akan terus bertambah, karena hingga berita ini ditulis, Timpora masih menyisir WNA yang tidak melengkapi dokumen resmi.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Ketapang, Hartono, mengatakan, ada beberapa pihak yang tergabung dalam Timpora tersebut, termasuk dirinya yang mewakili Kejari Ketapang. Tim dibagi menjadi beberapa bagian dan melakukan pemeriksaan kepada WNA yang ditengarai datang secara ilegal, baik berkunjung maupun untuk bekerja.
Ia menjelaskan, Timpora akan bekerja selama tiga hari untuk menyisir keberadaan WNA atau TKA ilegal di Ketapang. Sampai saat ini, petugas mengamankan 48 WNA. "Mereka tidak ditangkap, hanya diamankan karena tidak dapat menunjukkan dokumen saat diperiksa," jelas Hartono kepada wartawan, kemarin (1/9).
Saat ini para WNA tersebut sedang didata. Mereka diamankan dari beberapa tempat. Bandara, lokasi kerja PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW-AR) di Kendawangan dan hotel. Ia merincikan, 27 orang diamankan pada Rabu (31/8) pagi, di Bandara Rahadi Oesman.
Kemudian, di siang harinya, petugas kembali mengamankan 10 orang di tempat yang sama. Pada malam harinya, tim bergerak ke lokasi PT WHW dan berhasil menjaring tujuh orang tanpa dokumen resmi. Pada Kamis (1/9), petugas kembali mengamankan empat orang dari sebuah hotel di Ketapang.
Hartono mengungkapkan, penyisiran WNA ini akan berakhir pada hari ini, Jumat (2/9). "Operasi ini berlangsung tiga hari sejak Rabu (31/8) kemarin. Bagi orang asing yang tidak dapat menunjukkan dokumen resmi maka akan ditahan sementara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk memeriksa dan mendeportasi itu wewenang imigrasi," ucapnya.
Anggota Timpora lainnya, Uti Ilmu Royen, mengatakan, operasi ini untuk menyisir keberadaan WNA tak berdokumen lengkap, baik paspor, visa, izin tinggal maupun izin kerja. "Penyisiran dilakukan di beberapa tempat, termasuk di PT WHW," kata Uti yang juga sebagai Kasi Pengawasan Ketenagakerjaan Dinsosnakertrans Ketapang itu.
Di PT WHW tersebut,  tim mendapati tujuh WNA asal Tiongkok yang tidak dapat menunjukkan dokumen resmi. "Tujuh orang asing yang diamankan dari WHW tidak kooperatif saat dilakukan pemeriksaan dokumen. Mereka mencoba bersembunyi dan tidak terus terang. Mereka dibawa ke penampungan untuk diinterogasi dan didata lebih lanjut," jelas Uti.
Orang asing yang ditampung di Kantor Imirasi Ketapang tersebut belum dapat dipastikan apakah ilegal atau tidak. Karena masih akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut mengingat sampai saat ini tidak satu pun dari mereka yang mengerti Bahasa Indonesia. "Nanti akan diperiksa lagi kelengkapannya," ujar dia.
Dinsosnakertrans Ketapang juga akan melakukan pendataan kepada WNA tersebut. Apakah mereka berkunjung atau bekerja. Jika bekerja maka perusahaan yang mempekerjakan juga akan diperiksa. Jika pihak yang mempekerjakan tidak dapat menunjukkan bukti dokumen seperti izin kerja dan izin tinggal, maka akan direkomendasikan untuk dideportasi. "Kita masih menunggu pihak yang memperkerjakannya membawakan dokumen yang diminta," tutupnya.
Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi, tak seorang pun petugas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kalbar yang sedang berada di Ketapang berkenan memberi keterangan. Mereka menolak menjawab pertanyaan wartawan.

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS