Pupuk Yang Disuplai Kepetani Mitra PT.IGP Diduga Hasil Oplosan

Jumat, 01 April 2016

Landak, Sorot Post - Sebanyak 11 ton pupuk merek Kieserite yang di suplai untuk mitra petani PT.Ichtiar Gusti Pudi diduga hasil oplosan. Dugaan kuat ini dibuktikan adanya pengaduan masyarakat mitra petani PT.IGP ke Polsek Ngabang Kabupaten Landak Kalimantan Barat beberapa waktu lalu.
Dari hasil pengaduan masyarakat petani ini, akhirnya Polsek Ngabang langsung memasang garis polisi di tumpukan pupuk yang di duga hasil oplosan tersebut.
Menurut Ketua Koperasi Maju Bersama PT. IGP, Saidan Ameng membenarkan ada pengaduan ke Polsek Ngabang terkait dugaan pupuk yang di suplai kepada para petani mitra PT.IGP sebanyak 11 ton tersebut,”katanya.
Saidan membeberkan bahwa pupuk yang di suplai kepada petani mitra tersebut diduga bercampur batu kerikil dan pasir,” katanya.

Masyarakat petani masih menunggu hasil penyelidikan  Polsek Ngabang,”kita masih menuggu hasil penyelidikan ini apakah benar atau tidak pupuk yang di suplai tersebut adalah hasil oplosan,” jelas Saidan saat diwawancarai via telponnya waktu lalu.
Kapolres Landak melalui Kapolsek Ngabang Kompol, Sri Harjanto membenarkan adanya pengaduan dari petani mitra PT.IGP tersebut. Sifatnya baru informasi, keaslian pupuknya masih di ragukan dan kita juga belum melakukan uji sample terhadap pupuk tersebut, nanti kita lihatlah penanganannya,” kata Kapolsek diruangannya .
Mungkin kalau diperlukan, nanti kita cek kebenarannya. Sejauh mana penyelidikan Polsek Ngabang, itu juga belum masih minimlah,” katanya.
Dari hasil laboratorium nanti yang dapat membuktikan keaslian pupuk tersebut. Kita juga butuh waktu untuk penyelidikannya dan kita juga lihat keasliannya seperti apa, nanti juga akan kita putuskan tindaklanjutnya seperti apa,”jelasnya.
Kalau itu betul-betul terjadi adanya pupuk oplosan,” lanjut Kapolsek,” kita belum bisa mengandai- ngandai, ini sekedar pengaduan,”katanya oplosan,” kedepannya nanti akan kita tindaklanjuti dan kita tidak bisa mengambil keputusan kayak apapun, makanya kita belum berani exposekan,”lanjutnya.
Sementara itu, Manager Legal PT.IGP, Sudiansyah menyampaikan lewat  WAnya, kalau dugaan pupuk oplosan benar terbukti,  jelas kami dari perusahaan pasti di rugikan walaupun diganti,”jelasnya.
Makanya pertimbangan kami agar pihak penyalur mengganti semua kerugian seandainya hasil sample terbukti adanya pupuk oplosan yang di salurkan untuk petani itu,”katanya.
Sebelumnya, dalam WA Sudiansyah juga menjelaskan, Perusahaan begitu melihat ada kelainan di pupuk tersebut, langsung meminta penyalurannya distop aplikasinya, terus diambil sample dan di uji kandungannya,”paparnya.
Sementara ini kita masih menunggu hasil uji kandungan pupuk tersebut dan pihak perusahaan sendiri juga tidak berani memutuskan bahwa pupuk tersebut tidak bagus atau bagus sebelum keluar hasil aji kandungan.” jelasnya.
Berdasarkan informasi yang dapatkan dari petani mitra PT.IGP, sampai sekarang pupuk tersebut masih di pasang garis Polisi. (Sartiman/Red)

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS