Penjelasan Bupati Landak Terkait Kebakaran Kantor Dukcapil Dan Walkout Rapat Paripurna

Selasa, 05 April 2016

Landak, sorot post-Kebakaran Kantor Dukcapil Landak yang terjadi, Jumat (1/4-2016) sekitar pukul 18.00 WIB itu merupakan pengalaman berharga bagi semua SKPD di Kabupaten Landak agar supaya waspada selalu dan mengecek jaringan listriknya serta peralatan-peralatan kantor secara rutin.
Karena musibah ini sudah terjadi dan tidak bisa kita hindari lagi, mau diapakan lagi. Sebetulnya mencegah bisa saja,” kata Bupati Landak, DR.Drs, Adrianus Asia Sidot, M.Si dengan sejumlah wartawan usai Rapat Koordinasi antar SKPD di Aula Bupati Landak, Senin (4/4)
Menurut Adrianus, jangan sudah terjadi musibah seperti ini baru kaget dan mencari-cari siapa yang salah. Di satu sisi itu memang musibah, namun yang penting sekarang bagai mana pelayanan Kependudukan Catatan Sipil tetap berlangsung, walaupun sedikit ada gangguan, tetapi kami sudah berusaha dan bahkan hari ini juga tim dari Direktorat Jenderal Kependudukan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri sudah hadir,”jelas Adrianus.
Kehadiran mereka untuk memastkan bahwa pelayanan catatan sipil di Kabupaten Landak sudah berjalan seperti biasa yang berkantor sementara disamping Bantor BPBD Landak,” kata Bupati Landak yang menjabat dua periode ini.
Untuk dokumen kependudukan,” katanya,” kitakan punya backup data Direktorat Jenderal Kependudukan Catatan sipil Kemendagri dan itu tidak jadi masalah. Mungkin ada Akte dan KTP sedang dalam proses yang ikut hangus itu masih bisa kita cari,” jelasnya.
Terkait dengan walkout Rapat Paripurna DPRD Landak, Kamis (31/3) tentang pertanggungjawaban Bupati Landak,” katanya,” secara normatif dan formal, kami sudah memenuhi kewajibannya dan kami juga sudah menyampaikan LKPJ ke Dewan, nah, kalaupun ada dinamika di DPRD, ya itu internal Dewanlah kita tidak mencampuri,”jelasnya.

Lanjutnya, yang penting kita sudah menyampaikan LKPJ kepada Dewan tergantung dari mereka mau di bahas atau tidak terima, yang jelas kewajiban saya sudah menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban penyelenggaraan Pemerintah Daerah,”lanjutnya.
Ia menambahkan, karena berupa keterangan saja, sebenarnya tanpa Sidang Paripurna juga bisa, namun harus disyahkan di dalam Sidang Paripurna, tetapi bisa juga di baca sendiri-sendiri yang sifatnya hanya keterangan,”tambahnya.
Dengan ketidakhadiran Bupati Landak yang juga dianggap penyebab walkout anggota Dewan pada saat paripurna tersebut, ndak tahu,” katanya,” di Provinsi juga pernah hadir Pak Wakil yang menyampaikan juga tidak masalah,” kata Adrianus.
Soal menyampaikan pertanggungjawaban Bupati, saya dengan Pak Wakil Bupati itukan satu badan, mau saya menyampaikan atau Pak Wakil Bupati, harusnya jangan dipersoalkan, terkecuali ada kepentingan dengan saya,”Ujarnya.
Karena melihat saya tidak hadir, satu dan lain hal, saya tidak menghindar, saya juga sudah sampaikan kepada Ketua DPRD dan juga sudah sepakat dengan Wakil Bupati, karena ini juga yang terakhir, sekali-kalilah Wakil Bupati tampil menyampaikan pertanggungjawaban ini,”tegasnya.
Kebetulan juga saat itu saya ada tamu dari luar negeri yang sudah datang di Ngabang pada waktu jam yang sama yang harus saya temui,”pungkasnya.
Usai memberikan keterangan dengan sejumlah wartawan, Bupati bersama rombongan meninjau langsung lokasi Kantor Dukcapil sementara disamping Kantor BPBD Landak. (pwri)

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS