Pengurus Majelis Adat Dayak Nasional Dilantik

Jumat, 08 April 2016

KALBAR, Sorot Post-Usai dikukuhkan secara adat dayak menjadi Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Drs.Cornelis, MH melantik 350 orang pengurus MADN masa bakti 2015-2020 di rumah radakng jl Sultan Syahril Kota baru Pontianak Kalimantan Barat Kamis (7/4).
Dalam pelantikan itu tampak ikut hadir dr.Karolin Margret Natasa sebagai Wakil Sekretaris Jendral dan Herkulanus Heriadi,SH sebagai Koordinator Departemen Usaha Dana serta pengurus MADN lainnya.
Presiden Majelis Adat Dayan Nasional, Cornelis mengatakan, hari ini kita bukan melantikan Presiden MADNnya, namun hari ini kita melantik pengurus Majelis Adat Dayak Nasional,” katanya.
Pelantikan pengurus MADN ini sudah sangat terlambat, SK sudah saya teken, demikian juga Panitia Pelaksana Pelantikannya sudah saya teken, tapi lama.
Saya itu coba 6 bulan untuk pengurus MADN ini, nah,bagi pengurus MADN yang di lantik pada hari ini tidak hadir, nanti pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 1 MADN atau yang belum terakomodir dalam pengurus, tolong nanti diakomodir,” tegasnya.
Karena membuat pernyataan sanggup menjadi pengurus MADN ini lama datangnya, nah lanjut Cornelis, tujuan ini bagaimana kita bisa sebagai orang Dayak bisa menjadi tuan di negeri ini sendiri,”tegasnya.
Tujuan kita membuat organisasi ini supaya identitas orang Dayak itu tidak hilang dan jangan menjadi di kotak-kotak masalah agama, jadi agama tidak usah main sekat-sekat,” jelasnya.
Orang kita Dayak ini, kalau sudah masuk agama lain, lalu lupa diri, hilang dirinya, lalu siapa dirinya sendiri. Oleh karena itu, tugas kepengurusan MADN yang baru di lantik sekarang bagai mana kita sebagai Warga Negara Republik Indonesia untuk menjadi juga terhormat mendapat kewajiban yang sama, tidak ada diskriminasi dan rasialis,” tegas Cornelis lantang.
Tujuan kita membentuk organisasi MADN ini agar keberadaan orang Dayak itu ada, saya bukan ngomong kosong, secara ilmiah bisa di pertanggungjawabkan baik menurut antropologi budaya maupun antropologi forensik Kalimantan ini milik orang Dayak,”tambahnya.
Tetapi kita ini jadi apa,” tanyanya,” kita ini jadi sampah, kita ini jadi target-target semua, katanya negara ini berpancasila tetapi perilaku itu tidak dilaksanakan dengan baik,”tegasnya lagi.
Inilah tantangan kita kedepan bagai mana kita sebagai bangsa Indonesia ambil bagian di semua sektor agar orang Dayak itu tidak ketinggalan.

Jangan nanti kita bersungut-sungut kepada pemerintah, kepada penguasa dan kita harus lebih eksis, lebih mampu menunjukan diri, kita punya jatidiri dan kita tahu siapa diri kita ini, Oleh karena itu kita harapkan organisasi ini, bisa setara untuk ambil bagian di dalam pembangunan, baik dunia politik, ekonomi, pendidikan dan bidang kesehatan serta bidang lainnya,”jelasnya.
Organisasi ini tidak mencari keuantungan, jangan hanya kita pandai menadahkan tangan, tapi bagai mana kita menelungkup tangan.
Sekali lagi Cornelis mengatakan, jangan agama menjadi persoalan, demikian juga politik jangan di jadikan persoalan, terutama politik praktis, karena di dalam kepengurusan MADN ini bermacam macam agama dan partainya,”tegasnya .
MADN dibentuk utuh untuk kepentingan masyarakat Dayak. Kalau masalah politik kita wajib memberikan pencerahan dan pemahaman kepada masyarakat Dayak, tapi kalau hanya untuk kepentingan kelompok dan kepentingan seseorang, mohon ma’af MADN jangan di bawa-bawa.
Organisasi MADN ini adalah lembaga indevenden untuk membantu pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan di semua sektor dan semua lin,”pungkasnya. (PWRI)

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS