Tangkal Narkoba Rasuki Generasi Muda Dengan Ilmu Agama

Jumat, 11 Maret 2016


Sintang (Sorot Post)- Mewujudkan masyarakat Kabupaten Sintang yang religius kami tempatkan pada urutan pertama dalam misi Pemerintah Kabupaten Sintang Tahun 2016-2021. Pembangunan Pondok Pesantren ini sejalan dengan program Pemkab Sintang. Demikian disampaikan oleh Wakil Bupati Sintang Drs. Askiman, MM saat peresmian Penerimaan Santri Pondok Pesantren Islamic Centre Bin Baz Cabang Sintang  di Sebait Desa Batu Nyadi Kecamatan Ketungau Hilir pada Kamis, (10/3)

“Pondok Pesantren harus didukung karena memiliki misi mendidik generasi muda dari sisi agama, moral, akhlak  dan pendidikan umum. Kami mendorong agar pondok pesantren terus dibangun di Kabupaten Sintang. Kami juga berencana membangun Islamic Center dan Kristen Center yang megah, besar dan berdampingan. Masjid Raya juga akan segera dibangun. Namun, kita masih mencari lokasi yang baik dan tepat. Namun kami mengupayakan supaya lokasinya berada di tengah kota. Kami memastikan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Sintang kami perlakukan secara adil dan bisa hidup harmonis” terang Askiman.

“Saya juga mendapatkan informasi bahwa peredaran narkoba di Sintang sudah sangat mengkhawatirkan karena sudah beredar sekitar 5 kg sabu dalam seminggu yang berasal dari Sarawak Malaysia yang dipasok melalui jalan tikus diperbatasan. Maka lembaga pendidikan berbasis agama seperti pondok pesantren ini menjadi cara menangkal narkoba masuk ke generasi muda” tambah Askiman. 

Camat Ketungau Hilir Lunsa Balu menyampaikan bahwa Desa Batu Nyadi merupakan pemekaran dari desa Nanga Merkak. Di desa ini penduduknya beragam agama, namun tetap harmonis.

“Kami menyambut baik adanya lembaga pendidikan ini karena akan meningkatkan sumber daya manusia generasi muda yang kuat iman dan cerdas. Adanya pondok pesantren ini juga saya harapkan mampu menekan kenakalan remaja” terang Lunsa Balu. 

Ustadz Chomsaha Sofwan Pengurus Pusat Yayasan Majelis At-Turots Al-Islamy Yogyakarta menyampaikan bahwa lembaganya sudah ada di Sintang  sejak 1979 pada saat H. Saleh Ali menjadi Bupati Sintang. "misi kami sangat di terima di sintang. Dan diberbagai tempat kami bekerjasama dengan pemerintah daerah. Kami juga dipercaya mengatasi berbagai aliran keras dalam Islam. Kami minta dukungan dari pemerintah dan masyarakat di sini. Keunggulan kami adalah mengutamakan akhlak, bahasa arab, dan menghafal juz. Satu tahun sudah bisa hafal 1 juz” terang Ustadz Chomsaha Sofwan.

Pondok Pesantren Islamic Centre Bin Baz Cabang Sintang merupakan pondok pesantren  ke 11 di Indonesia yang dikelola oleh Yayasan Majelis At-Turots Al-Islamy yang bergerak dibidang pendidikan dan dakwah serta berpusat di Yogyakarta.

Darius Saputra Pengurus Ponpes menyampaikan  bahwa

Pondok pesantren Islamic Centre Bin Baz Cabang Sintang  ingin menjadi lembaga pendidikan bertaraf internasional yang bermanhaj ahlussunnah wal jama'ah dalam berakidah, bermuamalah dan berakhlak.

“Kami ingin memberikan andil terhadap pendidikan agama dan pembangunan akhlakul karimah terutama bagi generasi muda di Sintang. kami memiliki program pendidikan SMP-Islam Terpadu yang memadukan Kurikulum Dinas Pendidikan dan Pesantren. Ditambah dengan kegiatan ekstrakulikuler tahfizul quran, latihan pidato dan olahraga. Pondok Pesantren ini memiliki fasilitas seperti asrama putra, kasur,kamar dan almari” terang Darius Saputra.

Kegiatan pendidikan diasuh oleh para alumni perguruan tinggi dari timur tengah, LIPIA dan pondok pesantren Ahlus Sunnah. Kita menyelenggarakan sistem pendidikan yang demokratis dan agamis sehingga mampu mencetak generasi yang berpegang teguh pada Al-Quran dan As-Sunnah sesuai pemahaman Salafus Sholih, mendidik generasi yang mampu menghadapi tantangan global dan mampu memberikan kontribusi penyelesaian masalah umat dengan dilandasi akhlak mulia, menyelenggarakan pendidikan resmi dengan kurikulum diniyah dari timur tengah dan kurikulum nasional, mencipatkan suasana dan lingkungan yang berbahasa arab dan islami.

“Dana yang sudah digunakan membangun pondok pesantren ini adalah 100 juta. Dan masih kurang sekitar 500 juta lagi. Tenaga pendidik yang sudah ada 5 orang semua sarjana” terang Darius Saputra.(Sus)

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS