Iklan Hari Pahlawan nasional 10 Nov 2018

Rapat Paripurna LKPJ Batal diduga Masih Ada Persoalan Intern Anggota Dewan Dengan Pimpinan Belum Beres

Kamis, 31 Maret 2016


Landak (Sorot Post)- Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Landak ke 1 masa sidang ke 2 tahun 2016 tentang penyampaian laporan keterangan  pertanggungjawaban (LKPJ) akhir tahun 2015 oleh Bupati Landak yang dihadiri oleh SKPD, Kepala Kejaksaan Ngabang, Kodim, Polres Landak dan seluruh anggota Dewan kabupaten Landak.

Rapat paripurna yang dimulai pukul 11:15 wib yang dipimpin oleh ketua DPRD kabupaten Landak Heri Saman,SH.MH dan wakil ketua DPRD Landak. Berdasarkan sumber yang di himpun oleh Sorotpost.com, anggota Dewan yang berjumlah 35 orang yang hadir saat rapat paripurna berjumlah 26 orang, Selain itu Rapat Paripurna yang terbuka untuk umum diaula Gedung DPRD Kabupaten Landak tidak dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Landak.
Saat Acara dimulai disesi doa pembukaan rapat Paripurna, Evi Yuvenalis Ketua komisi B tiba-tiba menyatakan bubar bersama dengan anggota yang lain dengan alasan ada rapat yang lebih penting yang bersifat intern untuk dibahas dengan anggota lain.Satu persatu anggota Dewan yang ada di ruangan ikut bubar dan keluar dari ruangan rapat Paripurna.
Rapat paripurna akhirnya diskor dan dibatalkan oleh ketua Dewan Heri Saman.
Menurut Evi Yuvenalis saat diwawancara oleh media ini alasannya keluar dari Rapat paripurna Kamis,(31/3/2016) adalah  karna ada hak anggota DPRD yang di pandang sebelah mata oleh ketua Dewan Kabupaten Landak.
" kita tidak bermaksud untuk menghambat proses pelaksanaan SKPD dan saya sudah minta maaf kepada tamu undangan yang hadir rapat Paripurna dan kami minta untuk tuntaskan persoalan instern terkait masalah hak kepentingan anggota yang selama ini dipandang sebelah mata oleh pimpinan," papar Evi.
Menurut Evi Yuvenalis  salah satu contoh yang dipandang sebelah mata oleh pimpinan adalah persoalan tupoksi, dimana pimpinan tidak komodatif. " selama ini pimpinan seolah-olah antara  dengan anggota seperti anak buah dengan toke sementara kita tahu kita adalah kolektif dan kalogial keputusan dibuat bersama dan kalau pimpinan menunjukkan kearogansiannya  silakan kami juga bisa menyusun kekuatan " ujar Evi Yuvenalis. 
Evi Yuvenalis membenarkan bahwa  selama ini sepertinya pimpinan dan anggota dewan yang lain tidak harmonis dan keseimbangan itu prilaku pimpinan yang tidak akomodatif sesama anggotanya, ulas Evi. 
Begitu juga sampaikan oleh Yosef Bosman anggota Dewan, anggota Dewan lain juga sangat kecewa lantaran gaji tunjangan belum ada jawaban kenaikan, dan usulan itu masih dimeja Sekwan belum sampai ke meja Bupati, terang Yosef.(Red)

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS