Poktan "Ansah Mandiri" Nanga Dangkan Dapat Bantuan Kementrian Pertanian RI

Rabu, 16 Maret 2016


Kapuas Hulu (Sorot Post)-Kelompok Tani (Poktan) "Ansah Mandiri" Nanga Entibab Desa Nanga Dangkan Kecamatan Silat Hulu Kabupaten Kapuas Hulu, baru-baru ini mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian RI melalui Anggota DPRl RI, Daniel Djohan dari PKB Perwakilan Kalbar.
Bantuan yang diberikan berupa 1 buah mesin Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) beserta perumahan mesin UPPO ukuran 7x10 meter, 10 ekor Sapi Bali beserta kandangnya dengan ukuran 5x7 meter. Akan tetapi, dari jenis bantuan Sapi ada satu ekor yang mati sehingga hanya tinggal sembilan ekor saja. "Tapi sudah kita buatkan berita acaranya," tutur Bujang Aswandi, Ketua Pokton Ansah Mandiri, Sabtu (12/3).


Jumlah dana yang diterima oleh Poktan Ansah Mandiri yaitu sebesar Rp230 juta dan langsung masuk kerekening kelompok. Setelah dana masuk dan bisa dicairkan, kami langsung melaksanakan pekerjaan tersebut sesuai dengan item ajuan kelompok. "Sekarang sudah selesai semua kami kerjakan serta sudah diperiksa oleh tim Teknis Kabupaten dan dinyatakan selesai 100 persen," ucapnya.
Bujang Aswandi, yang juga pensiunan PNS pada Kantor Camat Silat Hulu, menjelaskan bahwa awalnya Poktan "Ansah Mandiri" merupakan kelompok tani dibidang pengolahan sawah yang sudah berdiri sejak lama. Akan tetapi mengalami stagnan atau jalan ditempat yang disebabkan minimnya perhatian pemerintah dan kurangnya kerja sama kelompok sehingga sempat hanya tinggal nama tanpa kegiatan.
Di tahun 2015 Poktan Ansah Mandiri bersepakat untuk melakukan penyegaran kepengurusan kelompok yang akhirnya atas kesepakatan rapat menunjuk saya sebagai ketua Poktan tersebut, tambah Bujang, akrab sapaannya.
"Saya terinspirasi setelah mengikuti pertemuan para Ketua Kelompok Tani yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Hulu di Nanga Tepui Kecamatan Hulu Gurung, akhir 2015 lalu," tuturnya.
Akhirnya saya mengajak seluruh angota Poktan yang saya pimpin untuk melakukan suatu gebrakan atau trobosan tentang rencana kegiatan kedepannya dengan mengajukan proposal awal kepada Kementerian Pertanian RI melalui Anggota DPR RI Bapak Daniel Djohan untuk cetak sawah. Namun sambung bujang, setelah berkoordinasi dengan Daniel Djohan ternyata tahun 2015 belum ada program cetak sawah. Maka disarankannya untuk mengajukan pengadaan UPPO dan Sapi. "Ajuannya di jadikan satu paket, karena mesin UPPO tersebut untuk mengolah limbah dari kotoran sapi," ulasnya.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Daniel Djohan yang telah membantu Poktan Ansah Mandiri dalam mengembangkan usaha Poktan dan nasib petani, ucapnya.
Kepada Pemkab Kapuas Hulu melalui Dinas terkait, saya juga mengharapkan agar bisa mengabulkan permohonan Poktan kami untuk cetak sawah. Sebab Kelompok Kami saat ini sudah membersihkan lahan sawahnya dengan luas kurang lebih 10 hektar, harapnya.
Bayangkan saja apabila program cetak sawah ini tidak terealisasi tentu kami sangat kecewa. Paling tidak harus ada koordinasi dari Dinas terkait, sehingga kita mampu melaksanakan swasembada pangan khususnya di Kecamatan Silat Hulu."Sukses Kelompok Tani adalah sukse juga pemerintah," harapnya. (Amrin)

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS