LAKI:Diminta BPK Audid ADD Desa Lamukutan Tahun 2015

Senin, 21 Maret 2016


Bengkayang (Sorot Post)- Di Desa Lamukutan Kabupaten Bengkayang pada tahun 2015 mengalokasikan  dana untuk pembuatan transportasi laut melalui Anggaran Dana Desa(ADD). Pengadaan kendaraan transportasi laut menelan anggaran sebesar
Rp.55.000.000,- untuk satu unit pengadaan transportasi laut
dari bahan Bahan Kayu yang berukuran 8 meter,dengan mesin merek Tianli 24,Giabok model 06 Ratio 2.5:1.


Dari  hasil Investigasi sorot post di lokasi pembuatan motor air untuk transportasi laut masyarakat, di Sungai Soga Desa Karimunting Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kab.Bengkayang namun sangat disayangkan pembuatannya belum selesai dikerjakan. Menurut Saleh Ahmad(36) warga Rt.1 Rw.12 Desa Karimunting Kecamatan Sungai Raya Kepulauan selasa, (16/3) pekan lalu, pembuat motor air  transportasi laut untuk masyarakat
memang benar dia mendapatkan pesanan dari Desa Lamukutan untuk pembuatan  transportasi laut melalui Tan Alexsander pada bulan Oktober 2015 sampai pada bulan Maret 2016 dan sampai saat ini pembuatannya belum juga selesai.

"saya hanya menyediakan bahan serta upah kerja sebesar Rp.17.000.000.00,- cuma itu,"katanya.
Lanjut Saleh, Saya hanya menyediakan bahan dan upah dalam pembuatan motor air untuk transportasi laut itu.Sedangkan mesin dan giabok itu urusan pemesan tapi mesinnya saya yang memasang nya,"
meminta kepada pihak pemesan untuk menyelesaikan kewajiban nya, kalau lambat diselesikan motor air transportasi laut untuk masyarakat tersebut,bisa rusak akibat hujan dan panas,"pintanya
.
Begitu juga Jamiat(43) warga Desa Lamukutan saat memberi keterngan melalui  phone seluler pada sorot Post  mengatakan,sangat menyayangkan pengadaan motor air untuk transportasi laut dari Desa Lamukutan, untuk keperluan masyarakat belum juga selesai sampai sekarang.
"sedangkan pembuatan motor air untuk dijadikan transportasi laut bagi masyarakat yang berukuran 8 meter dengan  menghabisi Anggaran Dana Desa (ADD) Desa Lamukutan tahun 2015 sebesar Rp.55.000.000.00,- itu, tidak kunjung datang, kami sebagai masyarakat berpendapat  pembuatan motor air berukuran 8 meter untuk transportasi laut bagi masyarakat desa lamukutan itu menduga pekerjaan tersebut bermasalah,"
sebutnya.Rabu(16/3) pekn lalu.
kami meminta pembuatan motor air tersebut segera di selesaikan,"pinta Jamiat dengan kesal.
Selaras dikatakan LSM Laskar Anti Korupsi Indonesia
(LAKI) Kabupaten Bengkayang M.Ali Nafiah mengatakan,ada dugaan Anggaran Dana Desa(ADD) Desa Lamukutan menjadi lahan basah di Desa itu sendiri,"hal ini tidak bisa kita biarkan,dalam kebiasaan yang dimiliki tikus yang suka mengerat, tetapi,banyak ditiru tikus-tikus berdasi oleh sebab itu LSM  LAKI Kabupaten Bengkayang memandang perlu menyikapi ketidak beresnya Kepala Desa Lamukutan dalam mengelola ADD Desa Lamukutan tahun 2015 yang lalu sebagaimana semestinya untuk kepentingan masyarakat, untuk itu,meminta kepada BPK RI Kalimantan Barat untuk  mengaudit ADD Desa Lamukutan tahun 2015 agar masyarakat mengetahui kegunaannya,"pungkas Nafiah.(Yulizar)

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS