Kaur Desa Sebuduh Di Tuding Perjual Belikan Bibit Kelapa Sawit Bantuan Pemda

Rabu, 02 Maret 2016

KEMBAYAN (SOROT POST) - Baru-baru ini Koordinator kelompok tani Bukit Tunggal,M Jupri,desa Sebuduh kecamatan Kembayan kabupaten sanggau,kalbar,di tuding warganya telah memperjual belikan Bibit kelapa sawit dan bibit karet unggul milik kelompok tani Bukit Tunggal,padahal bibit kelapa sawit dan karet unggul tersebut bantuan dari mabes TNI yang di saluarkan oleh Dinas kehutanan dan perkebunan kabupaten sanggau yang seyogianya di bagikan secara gratis.
Menurut A Supi’i,Sebelumnya,kelompok tani Bukit Tunggal  yang anggotanya 30 anggota ini yang berada di dusun ngoyok dan dusun Segok Sebaboi desa Sebuduh mengikuti program Revitalisasi perkebunan tahun 2014 lalu,dan setelah melalui proses akhirnya kelompok tani ini mengajukan permohonan komoditi Karet unggul di dinas Hutbun sanggau seluas 30 Hektar,dan dari pihak dinas Hutbun mengabulkan bantuan bibit karet unggul dengan jumlah  anggota 25 orang dan bibit kelapa sawit anggotanya berjumlah 37 orang.
Namun sangat di sayangkan,bantuan Program TNI yang salurkan oleh Dinas Hutbun Sanggau tersebut justru di salah gunakan oleh M Jupri selaku koordinator dan Sumariadi,hasilnya anggota-anggota kelompok tani ini jadi berang dan akan melaporkan Jupri dan Sumariadi kepihak Dandim dan Hutbun sanggau selaku penyalur bibit Kelapa sawit dan bibit karet unggul dan juga menyurati pihak-pihak yang terkait mengingat asal muasal bibit terserbut bersumber dari dana APBN-P.
Adrian Supi’i mengatakan,M Jupri telah menyalahi wewenangnya dan telah memalsukan tanda tangan warga segok dan warga ngoyok dimana dalam proposal ini,jupri dan kawan-kawannya diam-diam memalsukan tanda tangan tanpa sepengetahuan yang bersangkutan,ketika bantuan datang bukan nama yang di ajukan di proposal yang menerima melain kan pihak lain pula yang menerima dan selain itu juga bibit kelapa sawit tersebut di perjual belikan dengan harga Rp 200-400 ribu per orang.
“kami warga desa sebuduh tidak terima,kami warga disini tidak mau di bodohi oleh jupri dan kawan-kawannya,kami sangat keberatan tandan tangan di palsukan dan bibit di mintai biaya,hal ini jelas-jelas bertentangan dengan program TNI yang hendak merevitalisasi lahan lahan perkebunan tapi di pungut biaya pula,maka dari itu kami akan adukan kasus ini ke mabes TNI melalui Dandim Sanggau,”kata supi’i.
Dan selain itu juga Supi’i dan warga lainnya akan melaporkan Jupri ke polisi telah memalsukan tanda tangan warga untuk memuluskan kepentingan pribadi,menurutnya Jupri telah melanggar Pasal 263 ayat (1) KUHP berbunyi sebagai berikut:“Barangsiapa membuat surat palsu atau memalsukan surat, yang dapat menerbitkan sesuatu hak, sesuatu perjanjian (kewajiban) atau sesuatu pembebasan utang, atau yang boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, maka kalau mempergunakannya dapat mendatangkan sesuatu kerugian dihukum karena pemalsuan surat, dengan hukuman penjara selama-lamanya enam tahun.
“saya dan warga lain akan bertindak melaui proses hukum positif maupun hukum negative (Hukum Adat),hal ini tentunya demi nama baik warga desa sebuduh dan jangan sampai di kemudian hari terjadi kembali,ada delapan orang yang di palsukan tanda tangannya ini,padahal semua yang di palsukan tanda tangannya ini tinggal di pontianak dan bukan tinggal di desa sebuduh lagi,hal ini yang kita tidak terima,pasalnya anggota-anggota kelompok tani ini semua tandatangannya di palsukan,”Jelasnya.
Di tempat terpisah,M Jupri dan Sumariadi saat di damping Usman Pulin selaku kades Sebuduh,mereka membenarkan   inpo tersebut,menurutnya tanda tangan di palsukan sekedar pengajuan proposal saja,meskipun yang menerima bibit terserbut justru orang lain,dan ia juga meminta biaya Rp 200.000 per orang guna biaya administrasi dan bentuk bantahannya,M Jupri tidak pernah menjual bibit dan menyelundupkan pupuk maupun obat-obatan tersebut.
“sebagian ada yang benar tudingan merekan ini dan sebagian saya anggap tidak benar,”kata M Jupri dengan nada gugup.(Sumianto)

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS