11 Sekolah Kebanjiran

Rabu, 02 Maret 2016


Sintang (Sorot Post)- Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sintang mencatat ada 11  sekolah dari jenjang SD, SMP, SMK baik negeri maupun swasta yang menjadi korban banjir. Kondisi tersebut menyebabkan aktifitas belajar mengajar terganggu. Jika Kondisi debet air semakin meningkat maka terpaksa diliburkan.


Kadisdikbud Kabupaten Sintang,Selasa  (1/3)) mengatakan,dari hasil tinjauanya tadi (1/3 red) bahwa ada 11 sekolah yang rawan banjir diantaranya 
SMAN 4,SMPN 4,SDN 23 terletak di Kelurahan KKU,dan beberapa sekolah yang ada di Kecamatan Dedai,Kecamatan Sepauk Kecamatan Tempunak dan Tebelian.

 “Bagi kelas 9,kelas 6 maupun kelas 12  yang mengikuti try out UAS untuk sementara anak anak belajar  di rumah dan  proses belajar mengajar pun berjalan baik,” ujar M.Afen.

Kebijakan meliburkan dan meminta siswa belajar sementara di rumah dibuat setelah pihak sekolah melakukan koordinasi dengan Disdik pertimbanganya keamanan dan kenyamanan semua pihak bagi siswa,wali murid dan guru. 

Pengecekan dilakukan langsung oleh Kadisdikbud Sintang untuk mengetahui sejauh mana kondisi sebenarnya di lapangan. Setelah diketahui sangat tidak memungkinkan dipakai kegiatan belajar mengajar, maka siswa terpaksa diminta belajar sementara di rumah.

Ada beberapa  sekolah dasar yang diliburkan ini tidak libur total, hanya kelas bawah saja,dia menyebutkan kelas 1,2dan 3 saja sementara untuk kelas atasnya masih mengikuti aktifitasbelajar mengajar dan ini pun masih melihat volume air apabila cepat surut maka cepat masuk,akan tetapi apabila makin naik maka akan diliburkan total.

Kadisdikbud  Sintang  meminta agar tidak terlalu memaksakan untuk masuk sekolah. Genangan air harus dipastikan lebih dulu surut demi menjaga keamanan dan kenyamanan guru dan siswa saat berada di ruang kelas. “Ruang kelas tentunya harus dibersihkan dulu, sedangkan kalau masih ada genangan air di halaman atau luar sekolah tetap harus dipantau,” lanjutnya.
Terpisah Wakil Bupati Sintang,Askiman menyatakan pihaknya sudah menginfentalisir jumlah sekolah korban banjir ada 11 sekolah yang tidak bisa melakukan aktivitas belajar.

Pun demikian dikatakanya  pelaksanaan UN mendatang agar tidak terhambat maka siswa direlokasi belajar dirumah-rumah.  

Selain itu pihaknya juga sudah menyampaikan kepada BPBD jika kondisi tingkat kerawanan banjir makin meningkat maka sudah saatnya  menetapkan   status darurat banjir.

"Status darurat banjir ini bukan menakut-nakuti masyarakat yang terkena banjir,akan tetapi lebih kepada pengambilan langkah-langkah kebijakan kesiapan pemerintah dalam menanggulangi dan mengevakuasi masyarakat yang korban banjir,"ulasnya.(Sus)

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS