Iklan Hari Pahlawan nasional 10 Nov 2018

Ritual Adat Sebelum Buka Lahan di Sanggau

Jumat, 05 Februari 2016

SANGGAU.Sorot Post-Tradisi mudas tanah (ritual adat sebelum membuka lahan dalam jumlah besar) sudah turun temurun dilakukan masyarakat sejak zaman nenek moyang, seperti yang dilakukan di Dusun Lalang Desa Lalang Kecamatan Meliau kabuapten sanggau.
//Kepala Distankanak Sanggau, John Hendri saat foto bersama dengan petani pemilik lahan yang dilakukan cetak sawah di Desa Lalang, Kecamatan Meliau// 


Dilakukan ritual adat Mudas tanah tersebut untuk mendukung berlangsungnya pembukan launching cetak sawah seluas 285 hektare yang disaksikan Kepala Distankanak Sanggau,John Hendri, Danramil Meliau, Peltu Sukiman, Waka Zidam Czni (Cop Zeni) Kodam XII/Tanjung Pura, Letkol M Sjarif, Camat Meliau, beserta Muspika Kecamatan Meliau. program cetak sawah merupakan program Presiden untuk ketahanan pangan yang pelaksanaannya diserahkan kepada TNI dan Dinas Pertanian, Perikanan dan peternakan (Distankanak) Sanggau.

Selain itu, acara ritual ini juga dihadiri sekitar ratusan warga Desa lalang. Tampak antusias mayarakat setempat dengan adanya program cetak sawah ini.


Dukun Kampung yang memotori acara ritual adat Mudas Tanah, Medek (40) mengatakan, dilaksanakannya ritual Mudas tanah tersebut untuk meminta izin atau memberi tahu kepada leluhur bahwa kita akan berkerja.“Untuk keselamatan bagi yang berkerja dan Kampung, memang sudah tradisi kalau kita mau bongkar hutan harus izin sama yang kuasa, begitu lah istilahnya, ” katanya, usai melakukan pomang (baca) ritual adat Mudas tanah.

Ia mengatakan, kearifan lokal tradisi Mudas tanah memang ada sejak zaman nenek moyang, turun temurun hingga sekarang dan masih tetap dilaksanakan
.
“Selesai acara ritual Mudas tanah ini boleh langsung berkerja, tidak ada pantangannya, kecuali ritual yang bukan Mudas tanah biasanya ada pantangan, ” ujarnya.(Sumianto)

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS