Pemimpin Bijaksana Terlahir Dari Hati

Kamis, 04 Februari 2016


Pemimpin merupakan orang yang memimpin dirinya sendiri dan orang lain. Sedangkan pemuda adalah orang yang belum mencapai umur tua. Berbicara tentang pemimpin muda idaman, setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda. Walaupun demikian semua orang pasti berharap segala hal yang positif dari pemimpin tersebut. Tak seorang pun menghendaki segi negatif dari seorang pemimpin. Maka dari itu untuk menjadi seorang pemimpin idaman tentulah tak mudah, namun hal tersebut masih bisa dicapai. Apalagi seorang pemimpin muda yang ingin unjuk gigi di zaman sekarang ini pastilah tidak semudah pemimpin yang tua untuk mendapat kepercayaan dari orang yang dipimpinnya. Masih beredar anggapan di beberapa kalangan bahwa pemimpin muda sering disebut-sebut sebagai orang yang belum memiliki banyak pengalaman. Hal tersebut mungkin ada benarnya karena jalan hidup setiap orang berbeda-beda. Tetapi tidakkah kita berpikir bahwa pengalaman itu bisa didapat setiap orang dalam umur yang berbeda-beda. Jika seorang bayi bisa berjalan pada umur 1 tahun 3 bulan belum tentu bayi lainnya dapat berjalan pada umur yang sama. Dalam satu kelas di sebuah sekolah memiliki usia murid yang berbeda-beda. Ada yang lebih tua dan ada yang lebih muda tetapi pada kelas yang sama. Kedua murid tersebut memiliki level yang sama dalam kelasnya padahal memiliki umur yang berbeda. Hal ini bisa di analogikan dengan sebuah pengalaman.

Bagaimana menjadi pemimpin muda idaman?
Pemimpin muda idaman merupakan sosok seorang pemimpin muda yang menjadi idaman, dambaan oleh orang yang dipimpinnya. Sosok pemimpin muda yang mampu mewujudkan kebutuhan orang yang dipimpinnya dalam hal apapun. Namun bukan berarti bahwa menuruti semua keinginan orang yang dipimpinnya. Pada dasarnya setiap orang memiliki keinginan yang berbeda-beda maka tidaklah mungkin semua dapat terwujud sesuai keinginan orang lain. Maka dari itu, pemimpin tersebut haruslah paham apa yang dibutuhkan oleh orang yang dipimpinnya.
Kriteria pemimpin muda idaman tidak sebanyak pasal-pasal dalam sebuah undang-undang. Kriteria seorang pemimpin muda idaman adalah pemuda yang mampu mengamalkan ajaran agamanya, hal ini berarti bahwa pemimpin tersebut haruslah memiliki iman dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
 Setiap agama pada hakikatnya mengajarkan segala kebaikan kepada penganutnya. Kriteria-kriteria lainnya yang sering disebut-sebut semua orang seperti intelektualitas, moralitas, rasa adil, kasih sayang, jujur dan lainnya sudah diatur dalam agamanya.

Jadi, tidak diragukan lagi jika sosok pemimpin yang mampu mengamalkan semua ajaran agama yang dianut dan meninggalkan semua laranganNya akan menjadi idaman semua orang. Apalagi jika sosok itu adalah seorang pemuda tentulah semakin membuat orang terkagum-kagum. Namun untuk menjadi sosok pemimpin muda idaman seperti itu memang tidak semua orang yang dapat melakukannya. Pemuda yang seperti itu biasanya memiliki latar belakang keluarga dan lingkungan yang baik. Orang tua sebagai pendidik utama tentulah sangat berperan untuk membentuk kepribadian anaknya sehingga memikili kriteria pemimpin muda idaman. Sosok pemuda yang seperti ini memang langka tapi tetap ada. Pemimpin yang seperti ini tak mesti harus bersih dari semua dosa kepada Tuhan atau pun kesalahan kepada manusia karena manusia diciptakan di dunia ini tidaklah mungkin untuk tidak memiliki dosa.
Segala sisi positif dari manusia memang harus dipelihara, dipertahankan bahkan harus dinaikkan menjadi tingkat yang lebih tinggi. Terkadang tampak ketika seorang pemuda yang pada lingkungan awalnya memiliki berbagai hal positif dari dirinya namun ketika ia harus menjadi pemimpin dalam lingkungan yang berbeda maka ia justru tidak mampu mempertahankan segala prinsip kebaikannya. Pemuda yang seperti ini bukanlah karakter seorang pemimpin yang tangguh karena ia tak mampu mempertahankan segala hal positif dari dirinya apalagi ia harus membela dan mempertahankan apa yang dipimpinnya. Jadi, pribadi yang tangguh diperlukan seseorang untuk menjadi seorang pemimpin idaman.
 Pada pemimpin kebanyakan, mereka lebih cenderung banyak berpikir untuk mengeluarkan suatu perintah yang akan dijalankan oleh anak buahnya. Hal ini memang tidak ada salahnya, karena tugas seorang pemimpin adalah untuk menggerakkan bawahannya. Namun, untuk menjadi seorang pemimpin muda idaman lebih baik juga ikut untuk menjalankan segala kebijakannya, agar ia mengtahui bahwa seberapa sulit atau mudah segala perintahnya, seberapa besar pengaruhnya terhadap kehidupan anak buahnya. Mungkin sebagian orang yang menjadi pemimpin sekarang ini justru memanfaatkan jabatan kepemimpinannya untuk bebas menentukan segala perintah tanpa memikirkan dengan matang segala pengaruh terhadap orang yang dipimpinnya. Pemimpin yang cenderung otoriter seperti ini tidak akan disenangi orang lain, karena sebagian besar bahkan seluruh manusia pasti punya trik dan pendapat sendiri dalam menyelesaikan segala masalah. Namun, ketika seorang dihadapkan dengan pemimpin yang cenderung otoriter maka tentu saja segala ide cemerlangnya akan tersimpan di hati saja.
Profesionalisme tidak hanya diperlukan ketika seseorang ingin menjadi pemimpin tetapi juga dibutuhkan oleh setiap orang ketika ia bekerja atau bersekolah. Seorang yang profesional akan menjalankan segala fungsinya sesuai status, profesi atau jabatannya dalam suatu organisasi. Hal ini harus dimiliki seorang pemuda yang ingin menjadi pemimpin.
 Pemimpin harus rela berkorban ketika seseorang benar-benar membutuhkan bantuannya. Ketika orang lain dalam kondisi kritis dimana ia hampir tak mampu lagi untuk berbuat sesuatu maka sebuah pertolongan kecil saja akan membuat ia sangat bahagia dan bahkan mungkin tak dapat ia lupakan seumur hidupnya. Disinilah seorang pemimpin mampu merebut hati orang lain dan tentu saja pemimpin yang seperti ini akan menjadi idaman semua orang. Namun, bantuan yang diberiakan haruslah ikhlas untuk menolong orang lain. Jangan jadikan sebuah alat untuk menundukkan seseorang atau untuk menjadi orang terkenal. Hal seperti ini dapat kita lihat ketika seorang pemimpin di sebuah lembaga kementerian negara ini memberikan bantuannya sebagai kepeduliannya dalam mensejahterakan rakyatnya yang telah mengharumkan nama Indonesia di mata internasional. Bantuannya yang datang disaat orang lain dalam keadaan kritis tersebut tentulah akan menjadi kenangan dan kebahagiaan tersendiri bagi orang tersebut. Maka dari itu, para pemuda yang belum punya banyak pengalaman untuk menjadi seorang pemimpin tentulah hraus belajar dan mencontoh segala hal positif yang telah dicerminkan pemimpin-pemimpin besar negara Indonesia ini.

Sifat dasar tersebut pasti dimiliki seorang manusia yang baik, lalu bagaimana ketika seorang pemimpin muda menghadapi bawahannya yang ternyata lebih tua dan mempunyai banyak pengalaman dari dirinya? Sekali lagi semua manusia dilahirkan berbeda-beda dan memiliki potensi tersendiri yang mungkin berbeda dari orang lain. Maka manfaatkanlah segala potensi diri tersebut untuk berbuat segala kebaikan bagi orang lain. Kekuatan untuk mempengaruhi seseorang, siapa pun orang yang akan dipengaruhinya merupakan hal utama yang harus dimiliki seorang yang akan menjadi pemimpin.pengaruh inilah yang akan membuat pemimpin untuk diikuti oleh pengikutnya. Namun sekali lagi pengaruh tersebut lebih baik jika dimanfaatkan untuk mempengaruhi hal-hal yang baik, tidak untuk mempengaruhi untuk berbuat jahat. Misalkan seorang pemimpin mempengaruhi para pengikutnya untuk menyelewengkan dana yang bukan milik mereka. Hal seperti inilah yang tidak boleh dilakukan seorang pemimpin. Apa jadinya sebuah lembaga atau organisasi jika dipimpin oleh seorang seperti ini. Bisa kita bayangkan saja jika seandainya sebuah kasus korupsi yang amat marak terjadi di negeri tercinta ini disebabkan adanya kerjasama yang baik antara pemimpin dan pengikutnya untuk melakukan hal di luar jalur yang benar. Tentu saja kehancuran akan datang menjemput sebuah lembaga atau organisasi seperti ini.
Bagi para pemuda yang memiliki keinginan untuk menjadi pemimpin dambaan semua orang agar selalu menggali potensi positif pada diri untuk dipersembahkan kepada semua orang, untuk menggerakkan pengikut ke jalan yang benar. Jadikanlah satu niat dan tujuan dalam memimpin hanya untuk mensejarterakan orang lain.
Hadapi segala bentuk kemungkaran di muka bumi ini dengan kekuatan positif pada diri kita. Buatlah segala perencanaan yang akan membantu mewujudkan tujuan untuk mensejahterakan orang lain. Jadilah pemimpin muda idaman demi merubah segala aspek kehidupan masyarakat kita agar lebih baik dengan menggunakan energi positif dari diri kita.

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS