Iklan Hari Pahlawan nasional 10 Nov 2018

2 Perusahaan Sawit Dikabupaten Landak Tumbang Tindih

Kamis, 18 Februari 2016


Landak (Sorot Post)-Dua perusahaan perkebunan sawit yaitu: PT. Temila Agro Abadi dengan PT. Gemilang Sawit Kencana diundang rapat oleh Komisi B DPRD Landak, Rabu (17/2) untuk menyelesaikan terkait tumpang tindih ijin lahan kedua perusahaan di Tiga Dusun, Belangiran, Dusun Ibul dan Dusun Sebangki Kecamatan Sebangki Kabupaten Landak Kalimantan Barat seluas  1.150 hektar.

Rapat diruang sidang DPRD Landak itu, hadir dalam undangan, Camat Sebangki, Safirin, GM PT. GSK, Djoko Prayitno, pihak PT. TAA, Teguh Imam Suyudi, Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Landak, Alpius dan hadir Kadus Belangiran serta masyarakat pemilik lahan yang bermasalah tersebut.

Setelah mendengar pemaparan dari pihak kedua perusahaan, Kadis Bunhut, Camat Sebangki dan masyarakat pemilik lahan.

Ketua Komisi B DPRD Landak, Evi Juvenalis mengatakan, dari hasil rapat tadi kita segera merekomendasikan turun  dilokasi dimana lahan kedua ijin perusahan  yang tumpang tindih ini pada, Senin (22-2-2016) akan datang.

Tadi juga sudah ditawarkan beberapa opsi yang ditawarkan kepada kedua perusahaan, kita mempersilahkan kedua perusahaan memilih apakah opsi Ganti Rugi Tanam Tumbuh dari PT.TAA kepada PT.GSK atau opsi lahan yang menjadi masalah tersebut di bagi dua.

Kita juga melihat masyarakat di Tiga Dusun ini maunya pro dengan perusahaan mana, kita persilahkan, dan yang penting bagi kami anggota DPRD Landak meminta masalah ijin tumpang tindih lahan kedua perusahaan ini diselesaikan secepatnya.

Kita juga mendorong investasi perkebunan yang masuk di Kabupaten Landak. Persoalan take over diantara perusahaan, kita juga tidak bisa menyalahkan perusahaan, karena ini bebas bisnis dan yang penting lagi sesuai aturan prosedurnya. Tetapi,” jelas Evi,” setelah perusahaan diberikan ijin lokasi perkebunan, ya..laksanakan kegiatannya jangan sampai masyarakat yang dikorbankan,” tegasnya.

Masyarakat kita dengan tulus bergabung dengan perusahaan yang artinya mereka mengharapkan hasil. Sebagai pemberi ijin. Bupati sebagai pimpinan daerah tentu kembali merevisi atau mengkaji kembali masalah perijinan perkebunan sawit yang ada di Kabupaten Landak.

Karena apa, kalau ini tidak dikaji kembali, akan menimbulkan sumber konflik di masyarakat apabila Pemerintah Daerah lengah menanggapi hal ini,” jelas Evi.

Dalam penjelasan, Minadinata anggota Komisi B DPRD Landak, Bupati sebagai pemberi ijin dan Bupati sebagai pimpinan tertinggi di daerah Kabupaten Landak untuk bersikap tegas terhadap tumpang tindih ijin lahan kedua perusahaan ini,”katanya singkat.

Ditempat yang sama, Sabirin anggota Komiai B DPRD Landak mengharapkan kepada Pemerintah Daerah agar masalah ini jangan  sampai  berlarut-larut yang bisa menimbulkan masalah baru di masyarakat,”katanya.

Setelah diadakan pertemuan ini, Sabirin minta kepada kedua perwakilan perusahaan untuk menyampaikan hasil rapat ini kepada pimpinan atas kedua perusahaan masing-masing.

Sedangkan Dari GM PT.GSK, Djoko Prayitno saat dimintai keterangan usai rapat mengatakan siap hadir apabila diundang Bupati rapat untuk memberikan penjelasan.

Kita juga siap melihat langsung lokasi yang menjadi sengketa kedua perusahaan tersebut, dan kita juga menerima aspirasi dari masyarakat mau memilih keperusahaan mana,” katanya.

Yang intinya, apa yang menjadi solusi terbaik dan itu yang menjadi keputusan dari Bupati Landak, kita tetap terima.(Red/pwri)


Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS