100 Ton Cadangkan Beras Bencana

Kamis, 11 Februari 2016

‪Sintang, (Sorot Post)-Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Sub Divisi Regional Sintang memastikan telah mempunyai cadangan beras untuk kesiapan penanggulangan bencana. Jumlah stok beras yang disediakan sebanyak 100 ton.‬

‪"Posisi beras (cadangan untuk bencana) di gudang Bulog. Beras siap distribusi jika memang dibutuhkan," kata  kasi operasional dan pelayanan publik Bulog subdrive Sintang, Halfit Handi Agus, kemarin.‬

‪Menurut Agus, atas beras stok guna penanggulangan bencana, Bulog hanya menyimpan.  Pemilik adalah pemerintah kabupaten (Pemkab) Sintang. Begitu juga dengan penyaluran tergantung permintaan pemkab.‬

‪Beras cadangan bencana sendiri setiap tahun stoknya tersedia. Jumlah juga sama. 100 ton. Bulog yang menyimpan. Selama setahun tidak habis terpakai maka dikembalikan ke gudang. Kemudian posisi stok jumlahnya tetap digenapkan 100 ton.‬

‪"Kalau memang tidak dipakai maka tetap disimpan di gudang. Jika didistribusikan ketika ada bencana, jumlah terpakai akan dihitung. Intinya dalam setahun stok adalah 100 ton," kata Agus.‬

‪Agus mencontohkan pada 2015 stok beras bencana terpakai hanya sedikit. Tidak sampai separuh.  Penyaluran sesuai permintaan pemkab. "Stok beras  bencana  9 ton terpakai, dari 100 ton yang dipersiapkan," katanya.‬

‪Kendati banyak tidak dipakai, lanjut Agus, bukan berarti Bulog memakai berasnya. Bulog sama sekali tidak menggunakan. Kecuali menyiapkan penyimpanan. Dan, menjaga stoknya supaya tetap aman.‬

‪Ketersediaan stok beras di Bulog bukan hanya dalam kesiapan penanggulangan bencana. Namun juga mengantisipasi kemungkinan kejadian krisis pangan. Sehingga jaminan keberadaan beras tetap dijaga.

‪"Kita juga ada stok beras untuk ketahanan pangan. Stoknya dikeluarkan biasa kalau ada kejadian gagal panen. Yang mengeluarkan juga pemerintah. Bulog hanya menjamin ketersediaannya," kata Agus.‬

‪Puluhan ton stok beras ketahanan pangan pada 2015 didistribusikan di Sintang. Sementara jumlah stok yang diperuntukkan selama setahun juga sama dengan buat penanggulangan bencana. Yakni 100 ton. "Pada 2015 beras ketahanan pangan yang terpakai 29,325 ton," kata Agus.(Sus) ‬

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS