Sintang Kembali Diserang DBD, 4 Meninggal Dunia

Jumat, 04 Desember 2015


Sintang (Sorot Post)- Serangan nyamuk demam berdarah semakin meningkat  di Kabupaten Sintang. Pasalnya, saat ini sudah ada empat pasien yang sedang di rawat di RSUD M Ade Djoen.

“Dari 4 pasien yang dirawat. Satu dalam keadaan kritis.Tiga diantara masih mendapat pelayanan secara intensif,” kata Sekertaris Dinas Kesehatan Sintang, Selimin, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (4/12).


Pun demikian, pihaknya tetap melakukan upaya  pencegahan baik itu berupa fooging maupun Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
 “Saat ini kami  prioritaskan fooging  di sekolah,” ungkapnya.

Hanya saja, kata Selimin, pihaknya terkendala alat fooging,maka  tidak bisa secara serentak  melakukan upaya fogging ke seluruh wilayah yang mengalami peningkatan kasus DBD.

“ Alat fogging kita hanya 3 unit dan usianya sudah tua, jadi masih sangatlah kurang dengan luas wilayah Sintang . Nah ini yang menjadi kendala kita,”katanya.
Dia menjelaskan membasmi DBD dengan cara fooging ini dirasa kurang efektif, maka pihaknya melakukan sosialisasi dengan cara PSN turun kelapangan.

Sumber dari Dinkes Kabupaten Sintang,  Berdasarkan kasus DBD yang terjadi di Sintang, kata Selimin, rata-rata tempat kejadiannya di sekolah. Maka, dari itu upaya PSN dan fogging difokuskan di 51 sekolah yang ada di sintang. “Untuk penyumbang terbanyak kasus DBD terjadi diwilayah  Kecamatan Sintang, kemudian disusul dengan Kecamatan Sepauk,” tuturnya.

Saat ini, kedua wilayah tersebut telah dilakukan upaya pemberantasan. Bahkan, menurut Selimin, pihaknya juga telah mengintruksikan kepada seluruh Kepala Puskesmas untuk siap dan tanggap dalam memberikan pertolongan medis kepada para korban yang terserang DBD.

 “Kita juga sudah mendirikan Posko Penanggulangan DBD. Dan Posko tersebut telah tersebar di seluruh Puskesmas yang ada di Kecamatan,”tuturnya.

 Menyikapi serangan DBD di Kabupaten Sintang, Salimin menegaskan, bahwa memasmuki minggu ke -47, Dinas Kesehatan Sintang telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB), Demam Berdarah Dengue (DBD). Penentapan itu pun berdasarkan peningkatan kasus DBD yang terjadi di Sintang.

“Tercatat 97 kasus. Dan empat yang meninggal dunia,” paparnya.

“ Kepala Dinas sudah menetapkan status KLB.

  Hanya saja, saat ini kita maish menunggu SK Bupati yang masih dikoreksi,” sambungnya.

Menurutnya, empat korban yang meninggal dunia itu didominasi anak-anak mulai usia 3 tahun- 7 tahun keatas.

 “Orang dewasa belum ada. Korban DBD anak-anak semua,” ujarnya.

Dikatakanya, untuk permintaan fogging dan PSN tidak bisa langsung dilakukan begitu saja. Sebab, pihaknya harus melakukan survey peningkatan kasus bagi wilayah yang meminta fogging. “Misalnya, Sintang Kota terjadi 13 kasus DBD ditambah korban meninggal dunia. Nah, itu yang bisa kita lakukan fogging dan PSN. Jika tidak ada kasus, maka terpaksa kami tidak melakukan upaya foging,”jelasnya.

Diakuinya, bahwa pihaknya telah berkoordinasi kepada Camat dan Kepala Puskesmas yang ada untuk respon aktif melakukan penyuluhan serta pemberantasan nyamuk demam berdarah di setiap sekolah yang ada. Sebab, berdasarkan data yang dimiliki, hampir semua kasus DBD yang terjadi di sintang didapati di sekolah.

“Permintaan fogging tidak dipungut biaya. Semuanya, gratis. Asalkan, terjadi kasus diwilayah yang bersangkutan,” kata dia.(Sus)

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS