Jarot : Jadi Ajang Untuk Mempertajam Dan Klarifikasi Kampanye Negatif Sintang

Jumat, 04 Desember 2015

Sintang (Sorot Post)- Pelaksanaan debat kandidat 3 pasangan calon bupati dan wakil bupati pada pilkada Sintang yang dihelat pada Selasa (2/12) di gedung pancasila berjalan dengan tertib dan lancar. Tim pendukung masing-masing pasangan calon terlihat penuh semangat mengumandangkan yel-yel dukungan pasangan yang diusung. Masing-masing pasangan kandidat menyampaikan program unggulanya masing-masing. Saling melemparkan pertanyaan dan memberikan jawaban yang dibatasi waktu membuat debat kandidat semakin terlihat hidup.


Pasangan calon nomor urut 3 JAS, usai mengikuti debat kandidat menggelar pers konference di posko koalisi Jln. Lintas Melawi.  Ditengah hiruk pikuk para pendukungnya, calon bupati Jarot Winarno dan calon wakil bupati Askiman menjawab satu persatu pertanyaan sejumlah jurnalis.

“Menurut saya penampilan 2 pasangan yang lain cukup bagus. Bagi kami sendiri ini merupakan kesempatan untuk memperdalam dan mengelaborasi apa yang telah kami kampanyekan kepada masyarakat. Ini juga kesempatan bagi kami untuk bisa melakukan klarifikasi dan mempertajam materi kampanye,”tegas Jarot Winarno.
Namun Jarot beranggapan bahwa kini masyarakat sudah cerdas, sehingga tidak bisa lagi dipengaruhi dengan kampanye negatif, money politik dan intimidasi. Sehingga pelaksanaan debat kandidat akan semakin memperkuat keyakinan para pendukung  untuk semakin memperkukat dukungan mereka di lapangan.



“Serahkan Kepada Kami, Kapuas Raya Harga Mati”

Di singgung tentang harapan masyarakat akan terwujudnya provinsi Kapuas Raya, mantan wakil bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan bahwa dalam pemaparan prime over pada debat kandidat ditegaskan bahwa jika pemekaran kecamatan dan kabupaten bisa terwujud, maka Kapuas Raya dipastikan juga akan terwujud. “Saya tegaskan bahwa Kapuas Raya adalah harga mati  bagi kami. Jika di telaah kenapa sampai sekarang belum juga berhasil, maka serahkanlah kepada kami. Selama ini harus diakui bahwa Kapuas Raya hanya diperjuangkan oleh bupati Sintang saja. Padahal kalau kita lihat kenyataan , Kapuas Raya itukan ditopang oleh 5 kabupaten termasuk Sintang. Itulah masalahnya dan saya yakin kalau Kapuas Raya di perjuangkan oleh 5 kabupaten maka pasti akan jadi dan itu tegas tertuang dalam visi dan misi kami,”bebernya.

Lebih lanjut Jarot menjelaskan bahwa ketiadaan pelabuhan di Kapuas Raya tidak menjadi prasyarat utama untuk sebuah provinsi. Jika pun dibutuhkan pelabuhan laut, maka menurutnya sangat dimungkinkan akan dilakukan kerjasama dengan kabupaten lain. Disebutkanya wilayah Sekadau yang menjadi bagian wilayah Kapuas Raya hanya berjarak sekitar 100 KM dari Teluk Air di wilayah kabupaten Ketapang.

Sementara itu calon wakil bupati Askiman mengatakan bahwa pembangunan bandara Tebelian air port yang diperkirakan baru akan efektif berfungsi diatas tahun 2010 juga akan menjadi pintu masuk bagi Kapuas Raya untuk menghubungkan diri dengan dunia internasional. Mengingat Tebelian Air Port akan memiliki 3 fungsi sekaligus, yaitu sebagai transportasi orang, transportasi barang (cargo) dan transportasi bidang pertahanan dan keamanaan dalam hal ini pihak TNI  dalam menjaga pertahanan dan keamanan di daerah perbatasan.(Sus)

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS