PT.freeport Indonesia Bagaikan Buah Simalakama

Jumat, 27 November 2015

Jakart (Sorot Post)- Gonjang ganjing masalah tambang raksasa produksi Emas, dan uranium PT Freeport Indonesia bagaikan buah simalakama, karena permasalahan tambang yang dibawah Freeport International bukan hanya jadi permasalahan saudara se Tanah air kita Papua saja, namun permasalahan Bangsa Indonesia, dan Bapak Presiden Joko Widodo tidak bisa bertindak sendiri dalam menangani permasalahan perpanjangan kontrak ataupun pemutusan kontrak tambang produk andalan negara Indonesia yang berada di Bumi Papua yang berlanjut hingga berlarut-larut terjadi kekisruhan di Pemerintahan, dan PT Freeport dalam pemasukan keuntungan ke Indonesia tidak seberapa,”kata Ketua Umum PWRI, Suriyanto, PD, MH, di Kantor DPP bilangan Rawamangun, Jum’at (27/11).


Lanjutnya, Indikasi adanya permainan tingkat tinggi para koruptor dengan asing sudah terjadi cukup lama dan mengakar, dan hanya dapat diselesaikan dengan kesepakatan dan kesepahaman Pemerintah di masa kini, di semua elemen Pemerintahan yang terkait, yang dapat mendahulukan kepentingan bangsa daripada kepentingan golongan ataupun kepentingan individu yang senang bermain mengeruk keuntungan dilingkungan PT Freeport Indonesia tersebut,”lanjut Ketum PWRI.
Ketum menambahkan bahwa sudah saatnya PT. Freeport dikembalikan kepada negara tercinta Indonesia, meskipun nantinya negara dan bangsa Indonesia akan menghadapi tekanan dari negara adikuasa, karena mempertahankan aset penting perekonomian bangsa dan negara sudah merupakan sebagian perjuangan dari kemerdekaan dan merupakan sebuah harga diri dari bangsa dan negara yang mempunyai kekayaan alam melimpah Gemah Ripah Loh Jinawi ini yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sama-sama kita cintai ini,”tegas Suriyanto,PD, MH.
Ketum juga menegaskan, daripada kita menghidupi dan memperkaya bangsa bangsa lain dan menjadi kekisruhan yang luar biasa, dan sebaiknya Pemerintah mengambil tindakan tegas diambil alih atau saham dirubah 51 persen bagi Indonesia dan sebanyak 49 persen bagi asing (Amerika), dan ini membutuhkan kesolidan dan keselarasan dalam mengambil keputusan baik di Pemerintahan Pusat maupun di Pemerintahan Daerah,” Jelasnya.
Dan lebih banyak faktor memperhatikan daerah terutama Papua yang terdapat Lubang Besar laksana Kawah Candradimuka dan sudah sangat parah dikeruk oleh asing yang terus menekan bangsa kita, tanpa ada kesadaran yang tinggi, permasalahan bangsa ini tidak akan pernah selesai, dan Bapak Presiden Jokowi harus menyelesaikan dengan mengembalikan seluruh aset-aset Indonesia ke bumi Indonesia, termasuk aset Indosat ke saham Indonesia seutuhnya, tetapi ingat Bapak Presiden tidak bisa bekerja sendiri, dan Pemerintahan juga tidak bisa bekerja berkelompok-kelompok dengan groupnya, tetapi rasa persatuan dari seluruh elemen Pemerintahan dengan tingkat kesadaran yang lebih tinggi dari seluruh elemen bangsa, tanpa terkecuali demi harga diri bangsa dan negara Indonesia sebagai bagian dari bangsa-bangsa dunia,”pungkasnya. (muh)

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS