Sengketa Lahan Warga Angkanyar Dengan Ayud, Diminta Pemerintah Daerah Landak Turun Tangan

Kamis, 08 Oktober 2015


Landak (Sorotpost)- kisah lahan yang dijadikan untuk berladang didaerah desa Angkanyar  dan  Ayud desa Tanjung Balai kecamatan Kuala Behe ternyata berbuntut masalah, pasal pada tahun 2015 kampung atau dusun Ayud membuat ladang didaerah perbatasan antara Desa Angkanyar dengan Desa Tanjung Balai dengan luas kurang lebih  lahan 50 hektare satu hamparan.


menurut Simor Selaku Pj.Kades Desa Angkanyar bersama temenggung Binua Kedama pada kamis, 8/10/2015 tadi siang, menyebutkan bahwa lahan yang dibuat masyarakat dusun Ayud untuk berladang merupakan areal desa Angkanyar dan bukan areal dusun Ayud, ujar mereka.
Menurut Timanggong Binua Kedama bapak Sutaguh Naro, sejarah batas yang yang telah dibuat dan disepakati oleh para penguasa dari banua Kedama dan banua Sajau telah dihormati oleh masyarakat dan kedua banua tersebut yakni dari batas tabuliat, mudik sungai habis, menuju puncak air habis, hingga kepuncak bio.
" sudah berkali-kali mereka menjaplok lahan kami, sebab mulai dari terebet Kelampai, menuju lusur amek, paremah are, terus kesemauk turun kesungai bio, mudik sungai bio sampai kepuncak sungqi bio, hingga ketebolo maharamik, disitu ada pertemuan batas tiga banua yakni banua kedama, banua sejau dan banua sempatuk bengaro, dan itu tidak berubah, dan mereka (Ayud) yang telah menjaplok lahan Angkanyar untuk buat lahan, "ujar Naro.
Timanggong  Sutaguh Naro dengan sikap yang tegas akan menuntut Adat Masyarakat Ayud atas pencaplokkan areal lahan yang dibuat ladang oleh masyarakat dusun Ayud.
Selain itu ditempat yang sama, Simor Pj. Kades dalam penyampaiannya atas permasalahan lahan di dua wilayah yang saat ini terjadi, dirinya pernah melakukan koordinasi antara kades Tanjung Balai beserta dengan temenggungnya bahkan pernah menyampaikan kepada pihak kecamatan agar permasalahan kedua desa ini harus secepatnya diselesaikan.
" kita berharap kepada Pemerintah daerah kabupaten Landak untuk melihat kepada peristiwa ini jangan sampai masyarakat dibiarkan seperti begini dan nantinya akan berdampak pada sifat yang negatif, karna selama dari tahun 2014 dan 2015 ini permasalahan ini belum diselesaikan," papar simor.
Menurut Kepala Dinas Kehutanan dan perkebunan melalui kabid kehutanan, Burhanudin menyebutkan Kasus Lahan yang ditangani oleh DisHutbun beberapa minggu lalu terkait lahan ladang yang dibakar oleh warga Ayud, dari pihak Dishutbun hanya melihat titik gost shot nya bukan melihat masalah lahan yang disengketakan karna kalau permasalahan lahan diwilayah desa itu ranah nya pihak pemberdayaan desa (Pemdes).
"kami telah memanggil warga Dusun Ayud sebanyak 5 orang untuk dimintai keterangan terkait titik api yang akan menimbulkan asap, ternyata mereka sepakat membuat kesepakatan untuk tidak melakukan pembakaran lahan, kalau masalah sengketa lahan yang sekarang dibuat untuk berladang oleh warga dusun ayud dengan warga desa Angkanyar kami tidak mengetahuinya, karna kami bukan mengurus masalah lahan yang disengketakan itu," papar Burhanudin, pada www.sorotpos.com. (Red)

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS