pendidikan

Rabu, 28 Oktober 2015

LANDAK (Sorot Post)- Sekolah Dasar (SD) Negeri yang berada di Dusun Sengkeruk, Desa Muun, Kecamatan Ngabang memiliki jam mengajar hanya lima hari, yakni mulai hari Senin hingga hari Jumat. Sabtu dan Minggu, siswa diliburkan.

Menurut warga setempat, A Amas, dirinya merasa sangat prihatin dengan kondisi tersebut karena tidak seperti sekolah lain yang aktivitas belajarnya enam hari.
"Saya diajak warga untuk melihat-lihat keadaan sekolah, ternyata kondisinya sangat memprihatinkan. Mereka mengatakan sekolah hanya sampai hari Jumat, lalu hari Sabtunya sudah libur," ujarnya kepada Tribunpontianak.co.id pada Senin (26/10/2015).
Amas mengatakan, aktivitas sekolah hari Jumat tidak dilakukan belajar. Khusus hari Jumat itu para murid disuruh membawa alat tebas seperti parang untuk kerja bakti di sekolah, yaitu menebas lingkungan sekolah.
Selain masalah jam belajar mengajar, keaktivan para guru juga menjadi sorotan. Sebab guru-guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) jarang hadir memberikan materi pembelajaran kepada para murid, hanya guru yang berstatus honor yang bisa dikatakan aktif dalam mengajar.
"Jadi dari laporan masyarakat itu, kepala sekolah dan guru-guruPNS hanya hadir mengajar sekitar 25 persen setiap bulannya. Tapi yang aktif itu hanya guru-guru honor," kata Amas yang mengaku puluhan tahun lalu pernah menjadi Kepsek di Desa Muun tersebut
Tidak sampai disitu, masalah fasilitas yang ada di SD Dusun Sengkeruh juga masih banyak kekurangan. Bahkan sudah sejak lama tidak memiliki tiang bendera. "Tiang bendera sudah lama tidak ada, jadi mereka tidak melaksanakan upacara bendera setiap hari Senin," terangnya
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Landak, Samsul Bahri, mengaku belum mendapat laporan aktivitas di sekolah tersebut. Namun dia memastikan, secara aturan sekolah negeri harus beraktivitas selama enam hari dalam sepekan.
Disdikbud akan melakukan pengecekan terlebih dahulu, karena belum ada masuk laporannya. "Karena setiap sekolah itu kan harus sampai hari Sabtu, tidak ada istilah sampai hari Jumat itu. Kecuali sekolah Mika. Kami akan cek lagi kebenaran datanya di lapangan, dan masalah pengawasannya," janji Samsul.

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS