Waspadai Kabut Asap, Gunakan Masker dan Saputangan

Sabtu, 12 September 2015

Landak (Sorot Post)- kondisi cuaca yang diselimuti asap akibat kebakaran hutan dan lahan, tentu berdampak pada kesehatan. Kondisi ini menyebabkan daya tahan tubuh menjadi rentan dan gampang terserang penyakit ISPA. Khususnya bagi balita, anak-anak dan para lanjut usia.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Landak drg. Nurainy Sitinjak Magdalena, MM menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Landak untuk tidak keluar rumah mengingat saat ini adalah cuaca kabut Asap.
"Jangan keluar rumah baik pada siang hari atau malam hari jika tidak penting. Pergi jangan lupa gunakan masker hidung," kata Nurainy.
Dinas Kesehatan juga menghimbau kepada warga, agar masyarakat membiasakan pakai saput tangan yang dibasahi serta dibilas setelah itu  baru pakai. 
" Saput Tangan yang dibasahi merupakan  pengganti dari masker dan mohon kepada Masyarakat untuk Tidak Keluar Rumah JIKA TIDAK penting Benar , Pakai Saputangan yg dibasahi dan diperas dulu baru pakai Pengganti Masker , dan INI PENTING, BUAT EMBER BERISI AIR DICAMPUR GARAM YANG BANYAK , DiHARAPKAN AIR MENGUAP PD JAM 11-13 , dan JIKA MASYARAKAT SEREMPAK MELAKUKAN , maka HUJAN AKAN TURUN ," himbaunya. (Red)



Untuk melindungi diri dari dampak buruk asap kebakaran hutan ini dengan empat langkah berikut, Yakni:

1. Kurangi aktivitas luar ruangan dan pakai masker
   Tjandra menyarankan masyarakat di kawasan terpapar asap untuk mengurangi atau bahkan menghindari aktivitas di luar rumah. "Terutama bagi mereka yang menderita penyakit jantung dan gangguan pernafasan," ujar dia. "Upayakan agar polusi di luar tidak masuk ke dalam rumah, sekolah, kantor dan ruang tertutup lainnya."

2. Praktikkan gaya hidup bersih sehat
   Tjandra menyarankan masyarakat menerapkan hidup bersih sehat (PHBS) misalnya mengonsumsi makanan bergizi, tidak merokok, melakukan istirahat yang cukup.

3. Segera berobat ke dokter bila alami gangguan bernafas
   Menurut Tjandra, bila kesulitan bernafas, batuk berkepanjangan, nyeri dada dan gangguan lainnya, segeralah berkonsultasi ke dokter atau petugas kesehatan.
  "Bagi mereka yang telah mempunyai gangguan paru dan jantung sebelumnya, mintalah nasehat kepada dokter untuk perlindungan tambahan sesuai kondisi," ujar dia. 

4. Cuci bersih dan masak makanan dengan baik
   Asap dan debu kebakaran hutan bukan tak mungkin mengontaminasi bahan pangan yang dikonsumsi. Oleh karena itu, orang perlu memastikan makanan dan air minum mereka terlindungi dengan baik.
  "Buah-buahan dan sayur-sayuran dicuci bersih sebelum dikonsumsi. Bahan makanan dan minuman yang dimasak perlu di masak dengan baik," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan itu.

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS