Peserta BPJS Bayar Jutaan Rupiah Untuk Biaya Melahirkan

Rabu, 09 September 2015

Landak (Sorot Post)- Pemegang Kartu Identitas Peserta BPJS kesehatan nomor 001290852011 yang bernama Erna Yulinda, dengan menggunakan Fasilitas Kesehatan (Faskes) tingkat 1 Ngabang Kabupaten Landak kalimantan Barat terpaksa harus mengeluarkan   biaya jutaan rupiah dalam sakunya, pasalnya ibu yang bernama  Erna Yulinda (38) pada tanggal 2 Juli 2015 melahirkan anak secara Operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Landak.


Menurut ibu Erna Yulinda saat di jumpai di kediamannya Dusun Tungkul Desa Raja Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak oleh www.sorotpost.com siang tadi Selasa, (9/9/2015). Dirinya (Yulinda) menceritakan kalau dirinya ikut program BPJS pada Tahun 2014 Lalu dan dirinya harus membayar setiap bulannya sebesar lima puluh ribu lebih perbulan.
" saya ikut Program BPJS tahun 2014 lalu dan saya harus membayar tiap bulannya sebanyak lima puluh ribu lebih," terang Yulinda.
Yulinda menyebutkan juga sepertinya ada hal aneh di rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Landak, disaat masyarakat kurang mampu pergi ke RSUD dengan bermodalkan Kartu BPJS harus mengerogoti koceknya salah satu dirinya.
" Tanggal 2 Juli 2015 saya melahirkan anak dengan cara operasi Di RSUD kabupaten Landak dengan biaya yang harus saya keluarkan sebanyak 4 juta lebih," paparnya.
Saya merasa aneh, katanya lagi, di RSUD Landak saya sudah secara syah menjadi peserta BPJS kok kenapa saya harus bayar biaya, obat-obatan, benang Jahit,Jarum Operasi,spuit, betadin  dan lain-lain melalui toko Apotik yang terdekat di RSUD dengan atas dasar petunjuk atau perintah dari pihak Rumah Sakit. Pihak Rumah Sakit Beralasan biaya yang saya keluarkan (membeli obat, jarum operasi, benang Operasi Spuit betadin di apotik) bahwa pihak RSUD kabupaten Landak tidak memiliki stok, dan saya dianjurkan untuk membeli di luar, jelas Yulinda.
Yulinda berharap, pihak penegak hukum untuk secepatnya melakukan penyelidikan terkait pengadaan obat-obatan di RSUD, karna dirinya merasa telah dirugikan.
Dari Komisi C DPRD kabupaten Landak Anjiu, dijumpai ruangan komisi siang tadi, kalau dirinya sangat prihatin melihat kinerja pihak RSUD kabupaten Landak saat menangani masyarakat seperti Yulinda.
Anjiu juga meminta pihak penegak hukum untuk memproses pihak RSUD secara hukum apabila ada kecurangan yang dilakukan oleh mereka karna program BPJS ada program Kesehatan untuk masyarakat yang dalam keadaan meminta pertolongan.
" kita mengacu kepada pelaturan bahwa pasien yang bersangkutan membeli obat di apotik maupun dirumah sakit tidak bayar, karna itu hasil pertemuan kami di Kantor BPJS jakarta," papar anjiu. (Red)

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS