Perusahaan dengan DPRD Rapat Terkait Harga TBS Turun, Antrian Panjang

Kamis, 13 Agustus 2015

Landak (Sorotpost)-ketua DPRD Kabupaten Landak, Heri Saman, dalam kata sambutannya, perusahaan yang berinvestasi dikabupaten Landak Wajib Hukumnya untuk mendirikan Pabrik, pasalnya sampai saat ini para petani (warga) menyampaikan aspirasinya ke DPRD untuk memperjuangkan hak petani seperti antrian dan harga tandan buah segar.
" kami juga bagian dari masyarakat petani sawit, oleh sebab itu perusahaan harus wajib membangun pabrik sawit," kata Heri saman, kamis (14/8/2015) sekitar pukul 14:30 wib.


ditempat sama, Alpius sebagai kepala dinas kehutanan dan perkebunan kabupaten Landak, dalam pemaparanan, harga Tandan Buah Segar (TBS) menurun dan ini mendunia.
"antrian kita harus mencari informasi, pemerintah kab.landak melalui Bupati Landak dalam surat edaran berdasarkan permentan 98 bahwa perusahaan harus buat surat perjanjian dengan petani untuk legalitas TBSnya," ujar Alpius.

kami mempertanyakan harga sawit antara pabrik dengan pabrik yang lain, dan ini terjadi disparitas ( berbeda harga), dan  titik persoalan harga dan antrian bermuara dari perusahaan PMS Ngabang karna PMS ngabang bagian dari Pemerintah, dan inilah yang menjadi titik persoalan, kata evi Yuvenalis ketua Komisi B DPRD kab.Landak.
"Hari ini rapat hearing  harus Ada titik penyelesain, dan kami minta pihak perusahaan membuat pernyataan secara tertulis", papar Evi. (red)

Share this Article on :
 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS