Perdana Menteri Luar Negeri Turki Memberi Kuliah Hari Ini Ke Indonesia

Jumat, 31 Juli 2015


Jakarta (Sorotpost)- Juru bicara Kementrian Luar Negeri RI Armanatha Nasir mengatakan Penangkapan Empat warga Turki pada bulan September Tahun Lalu  di Sulawesi Tengah di duga anggota kelompok Terorisme. Penangkapan ke empat warga Turki, jika  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membahas kasus warganya yang ditangkap oleh Negara Indonesia, maka Presiden Jokowidodo siap memberi tanggapan.

Arrmanatha Nasir, yang ditemui di kantor Kemlu, kawasan Pejambon, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2015. Kedutaan Turki di Indonesia belum mengklarifikasi terkait dugaan empat warga Turki itu yang menggunakan paspor palsu untuk masuk ke Indonesia tersebut.

"Kami tetap memproses sesuai dengan prinsip harus dari negara yang menerbitkan paspor yang mengatakan demikian. Sementara, hal tersebut, belum disebut oleh pemerintah," kata Arrmanatha.

Identitas mereka disebut Polri palsu, karena keberangkatan keempat warga tersebut dari Turki tidak tercatat di paspornya. Selain itu, dari hasil pemeriksaan diketahui keterangan yang diberikan keempatnya sering kali berbeda dengan data di dokumen yang dibawa.

Keempat warga yang diduga berasal Turki itu diketahui bernama A Basyit, A Bozoghlan, A Bayram, dan A Zubaidan. Mereka ditangkap karena berencana ke Poso untuk bergabung dengan kelompok teroris Santoso. 
Jika isu itu diangkat, maka akan ditanggapi Pemerintah Indonesia. Terlebih di saat bersamaan, juga terdapat belasan WNI yang ditangkap di perbatasan beberapa waktu lalu karena ingin menyeberang ke Suriah.
"Namun, yang menjadi pembahasan utama yakni mengenai kerja sama ekonomi, budaya dan isu-isu yang menjadi kepentingan bersama. Indonesia dan Turki tergabung dan memiliki keanggotaan di berbagai organisasi internasional seperti G20, MIKTA, dan OKI," ujarnya menambahkan. 

Salah satu hal yang kemungkinan besar akan dibahas oleh Pemerintah Turki yakni bagaimana upaya Indonesia untuk mendorong praktik Islam yang sebenarnya sebagai agama pembawa perdamaian. Sebab, kata dia, ketika pejabat Turki hadir di forum Konferensi Asia Afrika (KAA) pada April lalu, kedua pihak membahas bagaimana mendorong Islam yang moderat. 

"Tetapi, sekali lagi yang menentukan topik pembahasan adalah masing-masing kepala negara."

Erdogan dijadwalkan tiba di Jakarta hari ini. Ini menjadi kunjungan keempat Erdogan ke Indonesia dalam kapasitasnya sebagai Perdana Menteri dan kunjungan pertama sebagai Presiden. Selain bertemu dengan Jokowi, Erdogan dijadwalkan akan memberi kuliah umum di Lembaga Pertahanan Nasional, berkunjung ke Masjid Istiqlal dan Monumen Nasional. Sebelumnya, Erdogan berkunjung ke Tiongkok dan akan berada di Jakarta hingga tanggal 1 Agustus.

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS