Marselina Kitni Kena Tumor ganas Dimulut Perlu Biaya

Rabu, 29 Juli 2015

"Karena dia sudah tidak mampu berobat,
Perlu adanya bantuan dari masyarakat"
Landak (Sorot Post)- Staf Ahli Bupati Landak Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Asuardi Daris, Senin (27/7/15) mengunjunggi Marselina Kitni (47) penderita tumor ganas, di kediamannya Dusun Taring Desa Amboyo Utara. Dalam kunjunganya Asuardi Daris berharap ada darmawan mau memberikan bantuan kepada Marselina Kitni.

"Karena dia sudah tidak mampu berobat, Perlu adanya bantuan dari masyarakat," pinta mantan Sekwan Landak ini. Sementara itu Antonius Adis, suami Marselina Kitni menyatakan awal penyakit istrinya pada tanggal 29 Desmber 2014. Badannya meriang dan ada bintik-bintik di dalam mulutnya.
"Tidak disangka ada muncul benjolan didalam mulut istri saya. Sehingga harus dibawa ke RSUD Landak. Berhubung di RSUD Landak tidak ada dokter ahli mulut. Disarankan di bawa ke Serukam, Bengkayang," kata Antonius Adis," katanya.
Singkat cerita, sampai di Serukam, pihak disana menyarakan untuk mengirim sampel ke Kucing Malaysia. Sambil menunggu sampel, Antonius Adis hanya konsultasi saja. "Dari hasil sampel yang dikirim didapati istri menderita tumor ganas, katanya akan datang dokter dari Singapura untuk operasi, " kata Antonius Adis.
Masalah timbul, kartu BPJS yang dimiliki tidak bisa digunakan di Serukam sehingga tidak jadi operasi. Akibatnya lama kelamaan mulut Marselina Kitni bengkak di mulut dan pipi. Akhirnya konsul kembali di Ngabang dengan dengan dokter. Disarankan kembali. Dibawa ke Jakarta. Berhubung tidak ada biaya, akhirnmya operasi tidak jadi.
"Uang kami hanya ada bisa tebus biaya sempel dari Kucing Malaysia kalau operasi tidak ada," bebernya.
Antonius Adis juga memberkan kalau kehiduap sehari-harinya hanya petani sawit bisa. Punya lahan sawit hanya 2 ha. Itupun kreditnya belum selesai. "Saya kasihan melihat istri saya. Dia menjerit kesakitan. Sejak saat itu saya selalu menemani dan merawatnya," katanya sambil berkaca-kaca.
Kini penyakit yang menderita Marselina Kitni makin menganas, bintik-binting hitam makin membesar hingga pecah, luka mengerogoti bagian mulut hingga ke leher.
"Untung fisik istri kuat, hampir 3 bulan tidak makan. Hanya bisa minum melalui selang," katanya seraya mengaku sampai saat ini pemerintah belum ada yang turun, hanya orang biasa saja datang membantu. Obat yang bantu dari yayasan di Pontianak," katanya. (Red)

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright SOROT POST @2018 Oleh Sorot Post News| Design by PHILIPUS NAHAYA | Published by SOROT POST NEWS